Amaliya Anisa Fitri Mahasiswa Prodi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Malang

TamiangNews.com --- Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Siapapun yang dihinggapi rasa malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan. Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang pada orang yang malas. Rasa malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan.

Rasa malas dapat diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin,suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari tanggung jawab, dll. Rasa malas ini juga merupakan salah satu bentuk perilaku negatif yang merugikan karena, pengaruh rasa malas cukup besar terhadap produktivitas.

Faktor-faktor terjadinya rasa malas: bisanya rasa malas terjdi karena keinginan besar untuk menunda sesuatu, biasanya gejala ini muncul keinginan dalam diri “kalau bisa besok, kenapa harus sekarang?”. Timbulnya gangguan, kebanyakan rasa malas dapat disebabkan karena adanya gangguan seperti media sosial, seperti yang kita ketahui sekarang ini pengaruh media sosial sangatlah besar sehingga banyak anak-anak bahkan orang tua yang merasa candu sehingga timbullah rasa malas tersebut.

Oleh karena itu peran orang tua sangat berpengaruh dalam perkembangan sikap perilaku anak dan anak itu sendiri sangat memerlukan perhtin yang lebih dari orang tua. Dalam perkembangan kepribadian anak orang tua mempunyai peran (tanggung jawab), menurut D. Gunarsa (1990:6) tanggung jawab orang tua adalah “memenuhi kebutuhan anak, baik dari sudut organis psikologi, antara lain makanan, maupun kebutuhan psikis, seperti kebutuhan anak perkembangan intelektual melalui pendidikan, kebutuhan akan dikasihi, dimengerti dan rasa aman melalui perawata, asuhan, ucapan-ucapan dan perlakuan.

Dengan peran tanggung jawab tersebut, orang tua jelas merupakan pendidikan pertama bagi anak-anaknya. Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar, oleh karena itu hendaknya orang tua senantiasa memotivasi anak agar lebih giat dalam belajar dan juga berprestasi. Motivasi dari orang tua merupakan salah satu bentuk nyata pentingnya peran orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya, namun sayangnya kebanyakan orang tua kadang menuntut anaknya untuk memenuhi keinginan orang tua tanpa mendengarkan keinginan anak, sehingga terjadilh rasa malas yang timbul pada diri anak karena faktor keterpaksaan yang dituntut orang tua. padahal seharusnya orang tua mendengarkan keinginan anak agar muncul motivasi anak untuk belajar.***


Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.