Farizah Maghfiroh Mahasiswa semester 3 Prodi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Malang

TamiangNews.com -- Diwilayah pasuruan ada banyak beberapa lahan perkebunan yang ditanami tanaman kentang. Pada saat ini banyak petani yang lagi merawat perkebunan kentang agar dapat hasil yang memuaskan dan dapat diperjualbelikan dipasaran, karena ada beberapa petani yang dari pedesaan mendapatkan penghasilannya dari penjualan kentang tersebut.

Pada saat hari kamis pada tanggal 11 November 2021 bupati pasuruan mengeluarkan beberapa progam untuk meningkatkan produktifitas kentang. Diantaranya progam-progam tersebut dengan menggulirkan beberapa kebijakan yang ditujukan kepada petani kentang dan progam kedua yaitu memberi bantuan benih bibit unggul yang bermutu.

Di sisi lain, Kepala Daerah juga memiliki problematika dalam membudidayakan kentang. Utama penyebabnya yaitu karena adanya perubahan iklim, dimana musim hujan dan musim kemarau tidak dapat  diprediksi dengan tepat. 

Dampaknya, pola tanam yang dilakukan petani akan terganggu. Permasalahan lain yang dihadapi dalam menghadapi mengembangkan  budidaya kentang yaitu yaitu cuaca/iklim yang berubah-ubah. Sehingga kualitas kentang dan harganya mengalami penurunan. 

Apabila panen kentang di Kabupaten Pasuruan, utamanya di Tosari mengalami gangguan, maka otomatis akan bedampak pada pasokan kentang di Jawa Timur. Karena kentang memang banyak diminati dan dibutuhkan, sehingga untuk mendukung hal tersebut wakil gubernur membantu sesuai kebutuhan petani. 

Wakil gubernur juga mendorong untuk meningkatkan branding dan marketing tentang organik. Tujuanya yaitu untuk meningkatkan nilai jual kentang. Wakil bupati juga menyampaikan bahwa potensi holtikultura suatu tantangan yang besar diantarnya memperkenalkan kewilayah- wilayah diluar sana. Jadi harus memang ada kaitannya dengan branding karena untuk bagaimana cara proses marketing berlangsung agar bisa meningkatkan nilai jual yang ada.

Terdapat upaya yang dapat dilakukan untuk mempromosikan kentang agar kentang dapat laku keras dipasaran dan diminati banyak orang. Salah satunya bupati merekomendasikan untuk mengganti nama kentang lokal menjadi kentang Trombo yang merupakan akronim dari Tosari dan Bromo. []***

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.