Kartini Mahasiswa Semester 1
Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan
Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)

TamiangNews.com -- “Katakan tidak pada pergaulan bebas, jaga pergaulanmu demi masa depanmu.” Kata berikut merupakan suatu dorongan bagi setiap anak muda atau anak remaja untuk menjaga pergaulan-pergaulan bebas seperti, seks bebas, merokok, penyalahgunaan narkoba, tawuran dan membuat kerusuhan.

Pengertian Pergaulan Merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu, dapat juga oleh individu dengan kelompok. Seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles bahwa manusia sebagai makhluk sosial (zoon-politicon), yang artinya manusia sebagai makhluk sosial yang tak lepas dari kebersamaan dengan manusia lain. Pergaulan mempunyai pengaruh yang buruk sehingga mengakibatkan resiko yang besar terhadap seorang individu. 

Pergaulan yang ia lakukan itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa kerja sama antar individu atau kelompok guna melakukan hal – hal yang positif. Sedangkan pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke pergaulan bebas, hal itulah yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati dirinya. 

Dalam usia remaja ini biasanya seorang sangat labil, mudah terpengaruh terhadap bujukan, ajakan dan bahkan dia ingin mencoba sesuatu yang baru yang mungkin dia belum tahu apakah itu baik atau tidak. Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang yang melewati batas dari kewajiban, tuntutan, aturan, syarat dan perasaan malu, atau dapat juga diartikan sebagai perilaku menyimpang yang melanggar norma agama maupun norma kesusilaan.

Pergaulan bebas dapat diartikan bentuk dari kenakalan remaja. Secara umum pengertian pergaulan bebas merupakan perilaku yang sudah melewati batas norma yang berlaku. Norma tersebut meliputi agama, sosial dan lainnya. Ada banyak macam-macam dari pergaulan bebas, seperti: Seks bebas, mabuk, penyalahgunaan narkoba, merokok, tawuran dan membuat kerusuhan. Sama halnya mengarah ke hal yang negatif.

Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan ini pun sering dilakukan melalui cara coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan.Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orang tuanya.

Ciri-Ciri Pergaulan Bebas:
1. Penghamburan harta untuk memenuhi hasratnya.
2. Upaya mendapatkan harta dan uang dengan menghalalkan segala cara termasuk dari jalan yang haram dan keji
3. Menimbulkan perilaku munafik dalam masyarakat
4. Rasa ingin tahu yang besar
5. Rasa ingin mencoba dan merasakan
6. Terjadi perubahan-perubahan emosi, pikiran, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab yang dihadapi.
7. Mudah mengalami kegelisahan, tidak sabar, emosional, selalu ingin melawan, rasa malas, perubahan dalam keinginan, ingin menunjukkan eksistensi dan kebanggaan diri serta selalu ingin mencoba dalam banyak hal.
8. Kesukaran yang dialami timbul akibat konflik karena keinginannya menjadi dewasa dan berdiri sendiri dan keinginan akan perasaan aman sebagai seorang anak dalam keluarganya. Di unduh dari : Bukupaket.com Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) 265
9. Banyak mengalami tekanan mental dan emosi.
10. Terjerat dalam pesta hura-hura ganja, putau, ekstasi, dan pil-pil setan lain. 
Penyebab Pergaulan Bebas:
Faktor Orang Tua Para orang tua perlu menyadari bahwa jaman telah berubah. Sistem komunikasi, pengaruh media masa, kebebasan pergaulan dan modernisasi di berbagai bidang dengan cepat mempengaruhi anak-anak. Budaya hidup kaum muda masa kini, berbeda dengan jaman para orang tua masih remaja dulu. Pengaruh pergaulan yang datang dari orang tua dalam era ini, dapat kita sebutkan antara lain sebagai berikut.

a) Faktor kesenjangan pada sebagian masyarakat kita masih terdapat anak-anak yang merasa bahwa orang tua mereka ketinggalan jaman.

b) Faktor kekurangpedulian orang tua terhadap pergaulan remaja masa kini.
c) Faktor agama dan iman.
d) Perubahan zaman.

Cara menghindari pergaulan bebas:
-Bersikap optimis dan percaya diri
-Melakukan berbagai kegiatan positif
-Selektif dalam memilih teman
-Berusaha meraih cita-cita yang di inginkan
-Berfikir tentang memiliki rencana masa depan yang baik dan menyenangkan.

-Mengurangi menonton tv yang mengandung unsur seksual dan kekerasan.
-Selalu membaca buku yang memberikan motivasi baik.
-Berkomunikasi dengan baik dengan orang
-Mengadakan sosialisasi tentang bahaya pergaulan bebas.

-Menegakkan aturan hukum.
Mahasiswa membuat suatu komunitas dan mengadakan webinar tentang pencegahan pergaulan bebas. Hal ini sangat penting karena dalam suatu komunitas tersebut, para anak remaja akan dipandu dan dibimbing untuk menjadi pribadi yang mempunyai perilaku baik.

Selanjutnya, Memberikan contoh dan perilaku seperti apa yang dapat berikan kepada masyarakat sebagai seorang mahasiswa dan seorang remaja yang bertanggung jawab. Sikap tanggung jawab perlu dipelajari sejak dini untuk mendapat sebuah kepercayaan. Mengajak para anak remaja untuk lebih peduli terhadap hal-hal kecil untuk diri sendiri dan memikirkan masa depan yang baik. Menyiapkan diri untuk membangun masa depan yang lebih cerah.

Kesimpulan
Pergaulan bebas adalah gaya hidup yang tidak dibatasi dengan aturan, norma agama, dan norma susila.

Tindakan pergaulan bebas ini tidak diterima di kehidupan bermasyarakat Indonesia. Jika sampai kelewatan batas, bahkan ada hukuman sosial atau pidana dari masyarakat dan penegak hukum.[]*** 

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.