Tamiang
News.com | 
ACEH TAMIANG - Pada Hari Raya Idul Adha 1442 H ini, para relawan Yayasan Gerakan Berbagi Tamiang (GEBETAN) menyalurkan daging sapi Green Kurban Sinergi Foundation (GKSF) kepada warga yang tanpa kantong plastik.

Sebagai penggantinya, Green Kurban mengajak masyarakat menggunakan kearifan lokal daerah masing-masing. Mulai dari pelepah daun pisang, daun jati besek bambu, ganting, rotan, anyaman kelapa hingga wadah makanan sendiri.

“Program Green Kurban diinisiasi oleh Yayasan Sinergi Foundation dan distribusi daging qurban tanpa plastik sudah lama diterapkan, yaitu sejak tahun 2013,” kata Koordinator Green Kurban, Joko Sudirman didampingi Sekretaris Gebetan, Muhammad Hendra Vramenia kepada Wartawan, Selasa (20/7/21).

Joko menjelaskan dalam pelaksanaan Green Kurban tahun 2021 ini, di Kampung Pengidam Kecamatan Bandar Pusaka dan Kampung Gerengam misalnya, tim distribusi Green Kurban menggunakan rotan untuk mendistribusikan daging kepada warga penerima manfaat. 

Sedangkan di Kampung Tanjung Genteng Kecamatan Kejuruan Muda tim distribusi Green Kurban menggunakan pelepah daun pisang untuk mendistribusikan daging. Kemudian di Dusun Sisirau Kampung Simpang Kiri menggunakan anyaman dari kelapa untuk wadah daging yang siap dibagi ke masyarakat. 

Menurut Joko Sudirman melalui program ini, yayasan Sinergi Foundation berikhtiar mengedukasi agar masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik saat distribusi daging dengan menggunakan ramah lingkungan dan bahan organik, dengan demikian kita turut mendukung upaya pemerintah mengurangi sampah plastik

Ia menuturkan, saat Idul Adha, bukan sedikit kita mendapati plastik yang tercecer bekas pembagian daging. Padahal plastik adalah zat yang sulit terurai dan berbahaya bagi lingkungan. Alih-alih bermanfaat, efeknya justru mencemari alam.

“Plastik sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Tapi bukan berarti kita tidak bisa menguranginya sama sekali. Green Kurban menawarkan sejumlah alternatif dalam pengurangan kantong plastik saat kurban,” katanya.

Melalui program Green Kurban, Joko menyatakan pequrban tak hanya menjalankan perintah agama, berkurban juga bisa menjadi sarana untuk mencintai lingkungan.

Selain itu, katanya, di Green Kurban, hewan-hewan dipersiapkan sebaik mungkin untuk memenuhi ketentuan syariah dan kesehatan saat pemotongan dan pencacahan, Green kurban memperhatikan adab-adab terhadap hewan yang diajarkan Rasulullah. []TN-007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.