Tamiang
News.com | TUALANG CUT
 -- Puluhan hektare (ha) tanaman padi siap panen di sejumlah desa di Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, ambruk diterjang angin disertai hujan, pada Sabtu, (126/21) malam, akibat kejadian tersebut, petani merugi karena hasil panen dipastikan mengalami kerusakan. Selain itu, harga juga akan rendah karena gabah kering panen (GKP) dalam kondisi kurang baik.  

Robi Prastio, SE (25) selaku petani muda sekaligus Ketua kelompok Tani Muda Tani di Kampung Sampaimah, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang kepada TamiangNews.com di lokasi persawahan warga Minggu Minggu pagi (13/6/21) mengatakan, hujan deras disertai badai angin dalam semalam telah menyebabkan tanaman padi menjadi tumbang.

"Padahal, tanaman padi ini tinggal menghitung hari memasuki usia siap panen yakni lebih dari 85 hari. Karena ambruk tersapu angin, terlihat para petani yang sawahnya rusak saat ini terus melakukan upaya dengan mengikat rumpun padi.

Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menghindari pembusukan biji padi yang telah menguning.

Apalagi dalam setiap petak sawah rata-rata tanaman padi telah rata dengan permukaan lahan, bak seperti hamparan tikar.

Sampai hari ini juga para petani semakin was-was akan ancaman hujan deras susulan.

"Walau terpaksa menguras energi tambahan, tapi mesti ditangani demi penyelamatan hasil panen," ungkapya.
"Padahal untuk satu pekan kedepan padi ini siap untuk dipanenkan," sebut Robi. [] TN-007


Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.