TamiangNews.com |  ACEH TAMIANG --Penerapan Surat Edaran Gubernur Aceh No 440/10863 tentang pengetatan penjagaan perbatasan Aceh, tercatat sejak pelaksanaannya pukul 11.30 s/17.00 WIB sedikitnya 300-an kenderaan baik mobil pribadi maupun Bus penumpang umum dari Provinsi Sumatera Utara menuju Aceh.

Hal itu dilakukan oleh petugas mengingat masyarakat atau penumpang yang tujuannya ke Aceh tidak memiliki kelengkapan dokumen surat keterangan sehat bebas Covid-19 yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
Pantauan TamiangNews di Pos Pencegahan dan Penyebaran Covid-19 perbatasan Aceh-Sumatera Utara (SUMUT), Jumat (21/8/20), sejak pukul 11.30 s/d 17.09 WIB sedikitnya 300-an, kenderaan baik mobil pribadi maupun Bus penumpang menuju Aceh, harus balik arah karena tidak dapat menunjukkan surat keterangan kesehatan kepada tim Satgas Gabungan Pencegahan Covid-19 di Pos penjagaan Perbatasan Aceh-Sumut.

Dengan tidak dapat menunjukkan bukti surat keterangan medis tersebut, akibatnya ratusan orang beserta mobilnya harus kembali lagi kearah Sumatera Utara.

Seperti yang diungkapkan oleh 5 orang pemuda asal Padang Sidimpuan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara yang hendak pergi bekerja bangunan jembatan di Bireun Aceh yang menyatakan tidak membawa surat keterangan kesehatan, akhirnya perjalanan mereka dan sejumlah penumpang lain pada Bus Kurnia menjadi terhambat.

Demikian pula yang dialami oleh penumpang mini bus asal Kota Medan para penumpangnya beserta mobil yang membawanya harus berputar arah menuju Medan akibat para penumpangnya tidak membawa surat keterangan kesehatan. 

Hal sama juga dialami oleh ratusan unit mobil pribadi yang akan menuju Aceh. 
Sementara salah seorang penumpang Bus Putra Pelangi, Anto (29) asal Pakanbaru kepada media ini mengatakan mereka tidak tau kalau ada aturan harus membawa surat keterangan sehat bebas Covid-19, makanya kami tidak ada yang membawa surat keterangan tersebut.  [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.