Sudah berbulan-bulan berlalu, kasus positif virus corona terus meningkat. Sudah berbagai hal dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, termasuk mengalihkan sistem pendidikan, pekerjaan, dan Ibadah dari yang seperti biasa beralih di rumah saja.


Sudah berbulan-bulan segala kegiatan dilakukan di rumah saja, sekarang sedikit demi sedikit kegiatan mulai kembali seperti semula dan pemerintahpun sudah mulai membuka kembali tempat-tempat umum.

Setelah berbulan-bulan di rumah saja, banyak hal-hal positif yang menular. Dari hal-hal biasa yang dilakukan pun menjadi lebih menarik dikarenakan melihat para tokoh atau influencer melakukan hal-hal yang positif yang patut untuk ditiru di rumah oleh orang banyak. 

Di antara hal-hal positif tersebut adalah makanan yang dimakan lebih sehat. Antara resah dan ingin pola hidup sehat, tanpa disadari pandemic ini membuat orang-orang lebih memerhatikan pola makannya yang sehat. 

Kemudian, kita juga memiliki waktu yang lebih berkualitas dengan keluarga, lebih banyak bercerita, bertukar pendapat dengan orang orang yang ada di rumah. Kesempatan ini juga bisa membuat orang tua lebih mengenali karakter anak-anak dan sebaliknya, serta membangun kekompakan melalui pembagian tugas rumah tangga atau berbagi hiburan antara satu sama lain. 

Di rumah saja pun membuat rumah lebih bersih. Kita juga bisa lebih perhatian pada barang-barang yang selama ini menumpuk dan bisa dikumpulkan untuk didonasikan. Kegiatan ini juga membantu kita untuk berempati.

Kegiatan di rumah saja dapat membuat orang-orang lebih sering berolahraga, bahkan dari yang malas berolahraga atau bahkan tidak pernah berolahraga sama sekali, mereka dengan senang dapat meluangkan waktu untuk berolahraga. 

Semangat olahraga dan berjemur pada pagi hari juga didorong oleh para selebriti influencer yang memberikan tips-tips sehat dan positif bagi kehidupan jiwa raga selama pandemic yang menyebabkan banyak menghabiskan waktu di rumah saja.

Lebih menarik lagi, bagi perempuan-perempuan yang sedang di rumah saja, mereka lebih mengasah kemampuan mereka dalam memasak. Karena sering memasak atau membuat sesuatu yang baru seperti kue, lauk untuk makan dan lain-lain, kemampuan memasak juga otomatis berkembang pesat di kalangan perempuan. 

Dan ternyata, kegiatan memasak juga bisa mengurangi bosan bahkan stress. Anak-anak perempuan pun bisa menghabiskan waktu mereka dengan bercocok tanam kecil-kecilan, merawat bunga, memelihara tanaman, dan lain halnya yang biasa perempuan lakukan dulu, sebelum sibuk-sibuknya sekolah dan bekerja.

Dan bagi mahasiswa-mahasiswi, pekerja di luar sana, yang pasti kegiatan di rumah saja dapat mengurangi pengeluaran. Yang biasanya pengeluaran ada di mana – mana untuk membeli ini itu, membeli kebutuhan bahkan keinginan. 

Tetapi, selama di rumah saja, makan makanan sehat dan sederhana saja sudah cukup di masa pandemic ini. Walau ada banyak orang yang kehilangan pekerjaan atau pendapatannya berkurang, tetapi karantina di rumah berarti pengeluaran untuk biaya transport, makan di luar, atau biaya pembelian tiket mudik tidak perlu dikeluarkan lagi. Kita pun dapat menghemat pengeluaran, tidak boros untuk berbelanja karena siuasi seperti ini. 

Banyak hal positif lain yang tertular dan menyebar dari satu orang ke orang yang lain pada saat pandemic ini. Salah satunya, kepedulian sosial yang sangat meningkat saat masa pandemic covid-19 ini. Misalnya dampak dari social distancing yang diterapkan oleh pemerintah lalu, membuat pendapatan para pekerja informal seperti pengemudi ojek online menurun drastis. 

Sebab, pendapatan mereka tergantung lalu-lintas orang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Jika banyak orang memilih tinggal di rumah, penumpang ojek online pun sepi. Hal tersebut rupanya menyentuh kepedulian banyak orang. Kepedulian terhadap nasib para pekerja informal seperti ojek online yang terkena dampak social distancing meningkat. Ini bisa dilihat dari meningkatkan gerakan memberi makanan gratis bagi pengemudi ojek online.

Yang tak kalah lagi yaitu hal kecil yang berefek besar bagi para tenaga medis yang mendapat dukungan penuh dari masyarakat bahkan masyarakat melakukan aksi solidaritas untuk membantu tenaga medis yang berjuang di rumah sakit. 

Dalam penanganan pandemi covid-19, tenaga medis yang bekerja di garis terdepan menjadi orang paling berisiko tertular virus tersebut. Risiko tersebut semakin tinggi karena para tenaga medis kekurangan berbagai alat pelindung diri (APD), masker, dan hand sanitizer. Kondisi ini sangat memprihatinkan, apalagi sudah jatuh korban cukup banyak dari kalangan tenaga medis yang menangani covid-19. 

Simpati masyarakat pun mengalir dengan munculnya aksi solidaritas dari berbagai kalangan untuk membantu tenaga medis untuk mendapatkan APD, masker dan hand sanitizer. Bantuan dari masyarakat tersebut sangat meringankan beban risiko yang harus dihadapi oleh para tenaga medis. 
Dukungan dari masyarakat luas juga bisa menambah semangat para tenaga medis dalam bekerja.

Dalam setiap musibah yang menimpa, pasti ada hikmah dan hal positif yang dapat kita ambil manfaatnya. Banyak orang-orang baik yang ikhlas membantu, menyemangati walaupun hanya dari rumah mereka masing-masing. Banyak orang-orang yang mengambil sisi baik dan hikmah dari wabah covid-19 ini. Semoga saja semangat itu akan terus membesar dan hal positif dapat menyebar dimana-mana.

Pengirim :
Akramatur Rahmah
Mahasiswi dari Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.