TamiangNews.com|ACEH TAMIANG --  Bantuan Hibah yang dikucurkan oleh Pemda Aceh Tamiang kepada Karang Taruna Muda Sedia Kampung Sungai Liput Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang, diduga telah dilarikan oleh oknum pengurus.
Diketahui Bantuan Hibah tersebut senilai Rp. 50.250.000,- bersumber dari APBK Murni Tahun 2018 melalui Pokok - Pokok Pikiran (Pokir) salah satu Oknum anggota DPRK Aceh berinisial DA dari Dapil tiga Partai Amanat Nasional 

Hasil Investigasi Tim Media
Dugaan dilarikan tersebut terbukti dengan penelusuran TamiangNews.com beberapa waktu lalu bersama rekan media lainnya tentang keberadaan Mesin yang dihibahkan oleh Pemda Aceh Tamiang tersebut tidak berada di Kampung Sungai Liput melainkan di Kampung Minuran Kecamatan setempat.

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Aceh Tamiang tentang Naskah Perjanjian Hibah Kabupaten Antara  Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Dengan Karang Taruna Muda Sedia Tentang Pemberian Hibah Mesin /Peralatan Kepada Karang Taruna Muda Sedia Tahun 2018 Nomor 530/1396.1/2018, Nomor 001/KTMS/2018 yang ditandatangani oleh Pihak Pertama Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, SH,M.Kn dan Pihak Kedua Ketua Karang Taruna Muda Sedia, OK. Edo Prayuda tertanggal 10 September 2018 menyebutkan: 

Pasal 1 Maksud dan Tujuan diadakan Perjanjian Hibah ini adalah untuk meningkatkan usaha produksi bengkel Las Karang Taruna Muda Sedia berkedudukan di Dusun Buluh Betung Kampung Sungai Liput Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2018.

Sementara itu menurut Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 77/HUK/2010 Tentang Pedoman Dasar Karang Taruna BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 1 menyebutkan Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/ kelurahan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial.

Dari Fakta Naskah Perjanjian Hibah Kabupaten antara  Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dengan Karang Taruna Muda Sedia Tentang Pemberian Hibah Mesin/ Peralatan Kepada Karang Taruna Muda Sedia Tahun 2018 dan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 77/HUK/2010 Tentang Pedoman Dasar Karang Taruna BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 1 jelas Karang Taruna Muda Sedia telah ketentuan tersebut.

Terkait Bantuan Hibah tersebut Datok Penghulu Kampung Sungai Liput Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang, Agusni kepada TamiangNews.com Minggu lalu dikantornya mengakui adanya bantuan tersebut, namun dirinya tidak tahu detail dari bantuan tersebut.

" Tahun 2018 lalu Karang Taruna Muda Sedia ada terima bantuan hibah dari Pemda Aceh Tamiang. Namun saya tidak tahu detailnya, yang pasti bantuan untuk Bengkel Las," sebutnya.

Agusni mengatakan bantuan hibah yang diberikan tersebut merupakan bantuan dari Pokir anggota DPRK Aceh Tamiang dan Ketua Karang Taruna Muda Sedia merupakan adik kandungnya dan tercatat PNS di BPN Aceh.

Disinggung tentang keberadaan bantuan hibah tersebut, Agusni mengatakan bantuan mesin perlengkapan Bengkel Las tersebut berada di Kampung Minuran.

Agusni juga meminta kepada Perindagkop atau Karang Taruna Muda Sedia agar bantuan yang hingga saat ini tidak digunakan tersebut agar dapat dikembalikan ke desa.

" Kita minta kepada Diperindagkop atau Karang Taruna Muda Sedia dapat mengembalikan bantuan tersebut ke kampung, agar dapat digunakan oleh para pemuda kampung dalam menciptakan lapangan kerja para pemuda," tegasnya.

Perlengkapan Mesin Las Sudah Dikembalikan 
Akibat gemuruh dugaan Perlengkapan Mesin Las yang dilarikan tersebut, membuat pihak Karang Taruna Muda Sedia Kampung Sungai Liput mengembalikan mesin tersebut ke Kampung Sungai Liput yang sebelumnya berada di Kampung Minuran. 

Baru - baru ini Tim Media kembali lagi melakuan Investigasi ke Sungai Liput yang didampingi oleh Datok Penghulu, Agusni langsung menuju gudang penyimpanan keberadaan mesin bantuan tersebut.

"Mesinnya sudah ada di gudang, dari kondisinya mesin bantuan dari Pemda ini belum pernah digunakan sama sekali," ungkap Agusni.

Amatan Tim Investigasi terhadap kondisi mesin tersebut jelas sekali bahwa mesin diberikan ke Karang Taruna Muda Sedia tersebut belum digunakan oleh sipenerima.

" Sayang sekali mesin ini tidak digunakan, padahal kalau dimanfaatkan mesin ini sangat berguna bagi para anggota Karang Taruna Muda Sedia khususnya dan umumnya masyarakat Sungai Liput" sebutnya lagi.

Dari kejadian tersebut Tim Investigasi meminta ke Pemda Aceh Tamiang melalui Diskoperidag Aceh Tamiang akan dapat mengambil dan mengalihkan kepada kelompok lainnya yang lebih membutuhkan.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.