Di setiap Negara menggunakan mata uang yang berbeda dalam melakukan transaksinya. Akibat dari beragamnya mata uang dan pesatnya perdagangan internasional antarnegara, maka pertukaran antar satu mata uang dengan mata uang lainnya juga menjadi sangat penting dan memegang peranan yang sangat dominan dalam melakukan pembayaran. Karena adanya perbedaan mata uang dan nilai tukar inilah maka dibutuhkan pengelolaan yang cermat, akurat dan tepat waktu. Hal ini dilakukan untuk memperkecil risiko dan untuk mengoptimalkan return.


Valuta asing atau yang biasa disebut dengan valas, atau yang dalam bahasa asing dikenal dengan foreign exchange (Forex) merupakan mata uang yang dikeluarkan sebagai alat pembayaran yang sah di negara lain. Pasar valuta asing (valas) merupakan suatu jenis perdagangan atau transakasi yang memperdagangkan suatu mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan.

Pentingnya Manajemen Forex harus dikelola dengan baik, agar tidak menimbulkan kerugian dan dapat menjaga likuiditas setiap mata uang yang dibutuhkan. Forex Manajemen adalah koordinasi pengelolaan assets dan liabilities dalam berbagai valuta dalam usaha mengoptimalkan yield dan meminimalkan resiko. Jadi forex manajemen di dalamnya juga termasuk mengelola resiko-resiko yang ada tersebut, bagaimana cara menghindari resiko yang mungkin timbul dalam berbagai mata uang asing yang dilakukan oleh suatu bank.

Setiap bank yang melakukan kegiatan dibidang perdagangan luar negeri, akan menimbulkan adanya Aset dan Kewajiban dalam valuta asing untuk berbagai valuta, akibatnya pengelolaannya juga akan semakin kompleks. Sumber dana dalam bentuk DEM digunakan dalam bentuk USD atau sumber dana dalam bentuk IDR digunakan dalam USD, karena deposan menginginkan penempatan dananya dalam USD sementara yang bersangkutan meyetor dalam bentuk IDR, hal ini akan menimbulkan resiko, baik resiko perbedaan suku bunga, resiko kurs atau resiko likuiditas atas suatu valuta terhadap valuta lainnya, yang diakbatkan oleh sumber dan penggunaan yang berbeda valuta. Hal tersebut perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan resiko yang lebih besar, tetapi malah sebaliknya dapat memberikan income tambahan bagi bank yang bersangkutan. Dengan demikian pentingnya manajemen Forex dapat disebabkan antara lain oleh :

a. Globalisasi perdagangan dunia
b. Interdependensi internasional tranding, yaitu Ekspor dan Impor
c. Setiap Negara Memiliki mata uang berbeda
d. Sumber dana dalam valas (USD) digunakan dalam IDR (local currency)
e. Mendapatkan keuntungan yang maksimal

Agar pelakanaan manajemen Forex dapat berjalan secara optimal perlu dukungan dari berbagai aspek, mulai dari aspek Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional yaitu Analisist dan Dealer serta pembuat kebijakan, sampai pada dukungan dari sisi back up atas transaksi yang dilakukan Manajemen Informasi Sistem juga turut mendukung kelancaran dan keakurasian serta ketetapan dalam setiap kebijakan yang akan diambil. Data-data yan dibutuhkan untuk pembuatan kebijakan adalah sebagai berikut :

Data Makro :

1. Perkembangan ekonomi (Regional dan Nasional)
2. Kebijakan Bank Sentral dari Main (Major) Currency seperti : Federal Reserve (FED) atau Bank of England
3. Fluktuasi Kurs Major Currency
4. Fluktuasi Kurs Mata Uang Regional

Data Mikro :

1. Ringkasan analisis kecenderungan kurs
2. Summery : Daily, Weekly dan Monthly posisi Forex Bank
3. Ringkasan Outstanding setiap Currency
4. Performance Dealer : Daily, Weekly dan Monthly
5. Performance Treasury : Past Peformance dan Proyeksinya

Data-data tersebut diatas akan sangat mendukung kebijakan yang harus ditempuh oleh ALCO (Assets Liaility Communittee) atau ALMA (Assets Liability Management), sehinga sasaran untuk mengoptimalkan peluang yang ada dapat terealisasikan. Forex memiliki risiko-risiko yang harus diperhatikan agar  pelaku transaksi dapat mendapat informasi dan dapat mengambil keputusan yang tepat. Risiko forex antara lain adalah :

1.Risiko paling tinggi

Risiko dari investasi forex dinilai sebagai yang tertinggi daripada investasi lain. Sebab, volatilitasnya tinggi. Volatilitas adalah pergerakan naik-turunnya harga valas. Dalam tempo 24 jam, harga valas yang tinggi bisa langsung merosot, begitu pula sebaliknya. Jika kurang jeli membaca pasar, volatilitas ini bisa membuat rugi. Namun di sisi lain, trader bisa meraup banyak keuntungan dari volatilitas.

2.Risiko leverage

Leverage adalah fasilitas, tapi bisa juga jadi pemicu kerugian. Leverage bakal menguntungkan kalau transaksi yang kita jalankan mencetak profit. Tapi sebaliknya, kita bisa rugi bandar kalau ternyata transaksi merugi. Karena itulah kita mesti tahu betul dulu seputar forex, dan belajar trading forex dengan spesifik deh, agar bisa mengambil peluang di pasar valas.

Pengirim :
Nora Novita
Dosen : Muhammad Iqbal Fasa

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.