TamiangNews.com | ACEH TAMIANG - Lockdown Lockdownan ala Kampung Kompleks Pertamina menjadi sorotan warga sekitar pemukiman itu, mengapa tidak, warga luar dilarang masuk namun warga setempat bebas keluar kampung, begitupun pekerja dari zona merah bebas masuk tanpa ada pemeriksaan mengikuti protap Covid-19.
Penerapan Lockdown sepihak dilakukan oleh PT Pertamina untuk warga sekitar, sementara pekerja dari luar daerah bebas masuk dan keluar
Penerapan Lockdown sudah salah diartikan oleh pemilik kampung kompleks Pertamina, sebut warga Kampung tetangga yakni Kampung Cucur yang tidak mau namanya dipublikasi media ini Sabtu (16/5/20).

Yang saya ketahui papar warga tadi kesal, arti dari Lockdown  itu terkunci tidak bisa masuk maupun keluar. Didalam istilah Penanganan dan Pencegahan pandemi Virus Corona atau COVID - 19, Lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara dengan tujuan agar virus corona tidak menyebar lebih jauh lagi.

Hal yang aneh dan mengada ngada yang terjadi di Kampung Komplek Pertamina Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang, merupakan  Komplek PT Pertamina EP Asset 1 Rantau, Lokdown yang diberlakukan terkesan aneh dan ingin menang sendiri.

Penerapan Lokdown di Kampung Pertamina ini menjadi pertanyaan apakah dengan melarang warga luar kampung memasuki komplek perkampungan mereka dan membebaskan warga komplek itu pergi keluar masuk kekampung lain dapat ada mendapat jaminan kalau warga dipermukiman komplek Pertamina Rantau akan terbebas dari penyebaran virus corona yang mematikan itu.

Justru itu merupakan kebijakan yang sangat sulit untuk dipertimbangkan kebenarannya oleh banyak orang.

" Aceh Tamiang belum diberlakukan Lokdown, tapi Kampung Pertamina sudah Lokdown. Lokdownnya aneh, mereka boleh keluar masuk, sementara orang lain tidak boleh masuk" sebut yang berada di seputaran Pintu  Gerbang masuk komplek tersebut, sebut warga tadi.



Lebih jauh warga tadi menggungkapkan awalnya mereka melarang orang shalat di Mesjid di dalam komplek,  kemudian saat ini mereka melarang warga untuk masuk kedalam komplek, ada apa ini, tanya warga tadi lagi.

Petugas sekuriti Susana melarang kami berkunjung ke Kampung Kompleks, saat ini tidak boleh masuk dalam komplek karena Lokdown" sebut warga meniru ucapan security.

Menurut warga lain yang ada diseputaran komplek tersebut mereka selalu menyaksikan aktivitas keluar masuknya personil baik itu menggunakan roda dua maupun roda empat bahkan enam yang jelas itu bukan kederaan dari Aceh Tamiang dengan bebas masuk dan keluar Kompleks.

Sementara itu Asisten Manager Legal and Relations (L&R) Pertamina EP Rantau Field, Fandi Prabudi ketika di konfirmasi sejumlah awak media melalui selulernya membenarkan warga luar perumahan pertamina tidak diperbolehkan masuk.

Dia juga mengakui kalau warga Kampung Pertamina tetap diperbolehkan keluar kekampung tetangga maupun ke Kota Kualasimpang dan sekitarnya.

"Komplek Pertamina itu rumah kami, jadi hak kami untuk melarang warga luar masuk. Jadi jangan samakan dengan Kodim yang siapa saja bebas keluar masuk," tegas Fandi, Sabtu (16/5).


Ditanya tentang keberadaanya yang saat itu diluar komplek kampung pertamina apakah bisa terjamin tidak terkena Virus Corona, Fandi menyatakan kalau ada keperluan pribadi.

"Saya sedang diluar mencari uang untuk biaya berobat orang tua saya," jawab Fandi.

Diakui juga, kalau pekerja diperusahaan itu juga banyak yang berdomisili diluar Kampng Pertamina yang seriap hari keluar masuk komplek. 
Namun pihak perusahaan migas ini tidak menyadari kalau pekerjanya juga manusia biasa yang memiliki kerapuhan dan rentan atas virus corona yang bisa membawa virus mamatikan itu kapan saja ke warga komplek perumahan.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.