TamiangNews.com | ACEH TAMIANG -- Jenazah Muhammad Basri (37), malam ini, Minggu 10 Mei 2020 pagi tiba di Pantonlabu, rencana tempat ia dikebumikan.
Mobil pengantar jenazah
Direncanakan, jenazah bersama rombongan akan disambut ratusan masyarakat, baik dari Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang di perbatasan Sumut - Aceh. Mereka sudah bersiap dengan puluhan mobil pribadi.
Namun ada informasi juga penyambutan tidak bisa dilakukan di perbatasan. Rencana juga, disambut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang, karena dalam kondisi covid.
Sebagaimana diinfokan Minggu malam sekitar pukul 21.20 Wib, jenazah bersama rombongan sudah tiba di kawasan Stabat Sumatera Utara. "Kami sudah sampai ke Stabat," ungkap Murdani, sekitar pukul 21.20 Wib malam ini.
Murdani salah seorang anggota rombongan yang berangkat bersama mobil ambulance, sejak dari Tangerang. Mobil mereka iring iringan dengan mobil ambulance yang membawa jenazah Muhammad Basri. "InsyaAllah, kalau tidak ada halangan malam ini akan tiba di Panton," tambah Murdani lewat selularnya.
Sementara, berbagai pihak mengecam peristiwa tersebut. Termasuk Paguyuban Persatuan Masyarakat Aceh (Permasa) Provinsi Kepulaan Riau (Kepri) mengecam keras terhadap pelaku pengeroyokan terahadap Muhammad Basri (36) perantau Aceh asal Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, di Tenggerang Selatan, Banten.
Kami masyarakat Aceh perantau di Kepri dan sekitarnya, meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus pengeroyokan tersebut.
Aksi brutal tersebut tidak bisa terjadi di NKRI ini,” ujar Ketua Permasa Kepri Naggroe Sulaiman, Sabtu (09/05/20) malam
Kata Nanggroe, aksi main hakim sendiri yang dilakukan terhadap perantau asal Aceh tersebut membuat para perantau di Kepri dan sekitarnya bersedih.
“Kita meminta pihak Polres Tenggerang untuk dapat mengukap para pelaku pengeroyokan tersebut, dan dapat dihukum seberat-beratnya, sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI ini,” harap Nanggroe didampingi sekretaris Permas Kepri Tgk Nasruddin.
Muhammad Basri yang merupakan warga Leuge, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, meninggal dunia di lokasi setelah dikeroyok. Padahal saat itu, kabarnya M. Basri hendak membeli rokok disalah satu supermarket daerah itu.
“Informasi yang kita peroleh dari teman-teman panguyuban masyarakat Aceh di Jakarta, M. Basri hari-hari bekerja sebagai sopir Truk Cargo.
Almarhum adalah teman senasib dengan kami, almarhum juga sebagai perantau di negeri orang untuk mencari penghidupan, dan menjungjung tinggi nilai-nilai hukum.
Kami seluruh masyarakat Aceh Perantau di Provinsi Kepulauan Riau mengucapkan belansungkawa yang sangat medalam atas meninggalnya saudara kami tersebut,” pungkas Ketua Permasa Kepri dua periode tersebut.
Sebagaimana informasi Polres Tangerang Selatan saat ini masih menyelidiki kasus aksi main hakim sendiri yang mengakibatkan Muhammad Basri meninggal dilokasi pengeroyokan.
Salah satu tersangka, Gusti Resy Agung saat ini lagi di proses di Polsek Tanggerang dari masyarakat aceh sdh menyiapkan 6 pengacara utk mengawal kasus tersebut sampai ke pengadilan.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.