Revolusi industri 4.0 ini adalah Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif atau sering disebut internet.


Dimasa pandemi ini kita semua dapat merasakan bahwa pandemi COVID-19 memaksa masyarakat beradaptasi dengan revolusi industri 4.0 dari segi bidang apapun seperti bidang perdagangan, bidang transportasi, bidang pekerjaan, bidang pendidikan,dan bidang sosial.

Revolusi industri 4.0 juga sudah lama ada di masyarakat tetapi banyak juga yang belum mengerti Revolusi industri 4.0 ini sudah di gunakan oleh sebagian besar masyarakat dunia dan masih banyak juga masyarakat yang tidak menggunakan nya dikarenakan krisis ekonomi yang Meraka alami biasanya terjadi di kalangan masyarakat yang ekonominya di bawah standar.

Terjadinya pandemi COVID-19 ini Revolusi 4.0 ini sangat meningkat sehingga menimbulkan "normal baru" atau cara berfikir baru. Yang tadinya anak-anak yang di larang memainkan gadget di rumahnya sendiri oleh orang tua nya menjadi di ijinkan dikarenakan Pendidikan saat ini di lakukan melalui via online atau sering disebut sekolah online. Kerjapun menjadi sederhana tidak lagi repot telat yang di sebabkan macet di jalan cukup hanya tinggal klik aplikasi video call, meating yang mendadak pun tidak jadi masalah.

Dengan adanya Revolusi industri 4.0 ini pandemi COVID-19 yang sangat meresahkan masyarakat dunia menjadi sedikit tertolong dengan Revolusi industri 4.0 , Bahkan kesehatan juga bisa di lakukan melalui gadget atau tablet Android dengan Konsul ke dokter melalui gadget, pembelian obat pun tidak repot mengantri di apotik atau rumah sakit melainkan hanya menunggu di rumah sampai pesanan sampai walaupun itu menunggu waktu yang cukup lama akan tetapi bisa di isi dengan kegiatan lain di rumah.

Akan tetapi walaupun negara yang sudah tertolong dengan adanya Revolusi industri 4.0 ini masih ada masalah yang akan muncul seperti masyarakat yang ekonominya yang tidak mencukupi seperti buruh serabutan yang hanya mendapatkan gaji atau upah saat dia bekerja bila mereka tidak bekerja Meraka tidak akan mendapatkan penghasilan. Dan negara sudah memirkan bantuan akan tetapi masih banyak oknum yang ingin mengambil hak bagi yang benar-benar membutuhkannya.

Pengirim :
Herdiyansah
Prodi.  : Akuntansi Syariah
Fakultas : Ekonomi dan bisnis Islam
Universitas : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Dosen pengampu : Dr.Mohamad Iqbal dada,MEI
Mata kuliah : Management Keuangan Syariah

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.