TaniangNews.com | ACEH TAMIANG -- Sebanyak 32 Penyandang Disabilitas Kabupaten Aceh Tamiang, kembali mendapat pelatihan  Pembekalan Berbasis Kompetensi yang diselenggarakan oleh  Disnakertrans, Disnsos, PT. Pertamina EP Field Rantau, BLK Aceh dan LSM BOEMI, dipusatkan di Aula Sanggar Kegiatan bersama (SKB) Komplek Perkantoran Bupati Aceh Tamiang, Kamis (19/3).
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pertemuan tanggal 25 Februari 2020 di Wisma Jeumpa Komplek Pertamina EP Field Rantau, pada hari ini ageda materi acara Review dan Penyusunan Program secara Partisipatif dibuka dan dipandu oleh Reynaldi Afrizal. 

Dalam sambutannya Ketua LSM BOEMI Sugiono, SH menyampaikan bahwa perhatiaan, komitmen dan dukungan kami terhadap penyandang Disabilitas sangat serius serta akan berkelanjutan. 

Pasca pelatihan nantinya akan dilanjutkan dengan adanya kerja - kerja pendampingan peserta yang didampingi oleh LSM BOEMI yang didukung oleh PT. Pertamina EP Field Rantau.

Peserta Pelatihan Pembekalan Berbasis Kompetensi Teknisi Sepeda Motor Injeksi bagi Penyandang Disabilitas Kabupaten Aceh Tamiang pada hari ini diikuti sebanyak 32 orang 28 orang tuna daksa 4 orang tuna wicara, peserta berasal dari Kecamatan (Tenggulun, Tamiang Hulu, K.Simpang, Kr. Baru, Rantau, Bendahara dan Seruway).

Sugiono, juga menyampaikan tentang ketidak hadiran Totok Parafianto (FM Field Manager PT. Pertamina EP Field Rantau) dan Fandi Prabudi (Kepala Humas PT.Pertamina EP Field Rantau) dikarenakan adanya larangan bagi Staff dan karyawan PT. Pertamina EP Field Rantau untuk menghadiri acara keramaian. 

Mereka hanya titip salam untuk semua narasumber dan peserta, Insha Allah terkait dengan apa-apa yang sudah direncanakan akan tetap sama - sama kita jaga dan jalankan, nantinya.

Rosmawar, S.Pi (Kabid Rehab Sosial Dinsos ATAM dalam kata pengantarnya menyampaikan bahwa dalam data yang kami miliki ada 26 orang PMKS. 1600 orang penyandang disabilitas.

Diharapkan bagi peserta sungguh-sungguh mengikuti segala proses sampai pada kegiatan pelatihan nantinya.

Keterbatasan bukan penghalang tetapi harus mampu sebagai motivasi untuk memperoleh kesuksesan.

Sementara itu Kadisnakertrans Ir. Muhammad Zein mengatakan  acara seperti ini yang kesemuanya itu diawali dari Diskusi informal antar fihak. 

Karena PT. Pertamina pada tahun ini melalui program CSRnya ada perhatiaan pada penyandang Disabilitas, menjadikan beberapa rencana program kolaboratif dalam memberi perhatiaan terhadap penyandang Disabilitas dapat tampak lebih berenergy.

Harapan kami agar ada komitmen bersama para fihak pesan   Kadisnakertrans bagi peserta nantinya dapat serius dalam mengikuti pelatihan dan mengamalkan ilmu yang didapat untuk kesiapan dalam membuka usaha. 

Diharapkannya lagi peserta pelatihan nantinya akan didaftarkan kepesertaannya diasuransi Kesehatan.

Kasie Pemberdayaan BLK Aceh  Susanto, ST, M.Si didampingi Muktar, ST Kasie Penyelengaraan Pelatihan, menyampaikan bahwa Kolaborasi ini merupakan berkah yang luar biasa. 

Karena dalam peningkatan SDM sesunguhnya bukan hanya tanggungjawab dari Pemerintah saja, jika semua fihak mau mengambil peran dan perhatiaanya mungkin masalah mutu SDM, ketenagakerjaan akan cepat dientaskan.

Pelatihan yang dilaksanakan BLK Aceh membutuhkan waktu selama 44 hari atau 320 jam dengan standart waktu yang kita pakai akan menghasilkan peserta didik yang siap kerja dan berkualitas. 

Peserta harus siap mental untuk mengikuti pelatihan yang waktunya sangat panjang. Ada 22 materi yang akan diajarkan selama pelatihan.

Diakhir kegiatan akan ada uji kompetensi untuk menjamin kualitas dan kapasitas peserta.
Saran saya agar nantinya pasca pelatihan agar dibentuk kelompok untuk memudahkan monitoring dan pendampingan berdasarkan kewilayahan.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.