TamiangNews.com | Bimbingan teknis atau akrab disebut Bimtek terus menjadi bahan pembicaraan hangat dan olok olok ditengah masyarakat baik yang paham apa manfaat dari kegiatan pelatihan itu maupun yang tidak paham ikut ikutan berkomentar sehingga semakin kusut makna dari Bimtek.
Gusmawan Amir.S.Pd
Apalagi saat ini Ancamam Covid -19, Bimtek Penguatan Kapasitas Dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMK), dipusatkan di kota Bandung Jawa Barat melalui Lembaga Pusat Kajian Potensi Indonesia Kementriam Hukum dan HAM RI, menjadi pertanyaan besar bagi pemerhati Dana Desa.

Seperti disampaikan Mantan Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang Gusmawan Amir, yang mempertanyakan mengapa Bimteknya harus jauh jauh kali sampai ke pulau jawa, kenapa tidak di buat di Aceh atau Aceh Tamiang agar uang keluar untuk kegiatan dengan oerkiraan rincian Rp.10 juta/orang dimana rata rata perkampung yang berangkat dua sampai dengan tiga orang perangkat itu mencapai Miliaran rupiah itu tetap berputar di daerah.

Gusmawan juga mempertanyakan apa hasil dari Bimtek itu, khususnya dalam bidang Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) karena sampai hari ini tidak ada BUMK di Aceh Tamiang yang terlalu menonjol, apakah yang ikut pelatihan itu perwakilan orang BUMK yang tepat, tanya Gusmawan Amir yang Aktifis Muda Aceh Tamiang.

Akibatnya tambah Gusmawan, penyelenggaraan Bimtek ini selalu menjadi buah bibir dan perbicangan yang hangat, namun tetap saja kegiatan ini menjadi prioritas yang post anggarannya tetap tersedia setiap tahunnya. 

Padahal Plt Gubernur Aceh sudah menerbitkan surat edaran tentang pembatasan keberangkatan bagi para aparatur Pemerintah keluar kota sebagai antisipasi menularnya wabah Novel Coronavirus (Covid-19) yang saat ini menerpa beberapa negara termasuk Indonesia. 

Bencana dunia ini tidak menyurutkan niat mereka untuk ikut bimbingan tersebut, seakan Bimtek ini merupakan kewajiban yang tetap harus dilaksanakan meski mengancam keselamatan.

Saya jadi pesimis siapakah Raja-raja dibalik pelaksanaan Bimtek yang menelan anggaran Dana Desa milliaran rupiah itu ? mengingat wabah yang sangat ganas ini sudah muncul sejak Februari 2020 lalu, jauh sebelum direncanakan Bimtek ini. 

Sayangnya dana yang begitu besar digelontorkan harus masuk dan berputar di daerah lain, padahal untuk melaksanakan sebuah Bimtek, Kabupaten Aceh Tamiang juga siap memenuhi fasilitas, baik itu Hotel, Kuliner bahkan Objek Wisata. Jika saja Bimtek tersebut dilaksanakan di Aceh Tamiang, sudah pasti akan meningkatkan roda perekonomian.

Gusmawan Amir sependapat dengan pernyataan Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Irianto.SE mengatakan bahwa seluruh Datok Penghulu dan perangkat Kampung serta warga Aceh Tamiang lainnya yang baru pulang dari kota besar atau pulang dari luar negeri akan di periksa selama 14 hari, tapi jangan di rumah, mereka harus dikarantina terlebih dahulu sebelum pulang kerumah masing.
Para Datok Penghulu photo bersama usai mengikuti pelatihan di Hotel Ibis Styles Braga Bandung
Pemerintah daerah harus segera mengambil kebijakan memikirkan dimana akan ditempatkan mereka yang baru pulang dari Bandung guna menghindari menyebarnya Covid-19 ditengah masyarakat, jika perlu ditempati dahulu di Pulo Kuala Penaga Lama atau lainnya ditempat terasing selama 14 hari plus masa penyembuhan 14 hari kedepan, cetus Gusmawan.  []TN.Red

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.