TamiangNews.com | MEDAN -- Komandan Distrik Militer (Dandim) 0117 Aceh Tamiang, Aceh. Letkol Inf Deki Rayusah Putra S.Sos M.I.Pol menegaskan, Bimbingan Teknis (Bimtek) Aparatur Pemerintah Kampung (APK) yang mengusung tema Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, itu sangat penting, dalam memahami berbangsa dan bernegara.
“Jika kita memahami makna dari Wasbang dan Bela Negara, berarti kita sudah dapat dan mampu memposisikan diri dalam bernegara, yang hak dan kewajiban. Kewajiban memahami dari Wasbang dan Bela Negara,” tegas Deki, sebagai narasumber di Bimtek APK, bertajuk Wasbang dan Bela Negara yang diikuti oleh 213 Datok Penghulu berlangsung sejak 28 s/d 31 Januari 2020, di Hotel Soechie Jalan Cirebon, Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Dikatakan Dandim, setiap APK harus tahu dan paham apa itu Wasbang dan Bela Negara, jika para APK tahu, dapat dipastikan mereka tahu apa dan bagaimana radikalisme tersebut, sehingga mampu menghadang radikalisme, karena dalam Bimtek tersebut.
Banyaknya propaganda dan konspirasi secara politis terus dilakukan oleh pihak asing atau negara luar, terutama itu, memasukan budaya budaya barat yang lose control, diikuti oleh para pemuda dan pemudi bangsa Indonesia.
Saat ini masyarakat sedang dicekokin dengan Narkoba dan Narkotika, yang dapat merusak pemikiran bangsa Indonesia dengan faham faham yang menyesatkan. 
“Jika tipisnya anak bangsa ini tidak faham tentang Wasbang dan Bela Negara, maka dengan mudahnya masuk dan terlena dan terpengaruh budaya asing yang sangat menyesatkan tersebut,” sebut Deki.
Berbagai konflik yang terjadi di Indonesia disebabkan karena ideologi dari pemahan tentang Wasbang dan Bela Negara sangat rendah.
Deki menjabarkan; Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara adalah suatu pemahaman dan meningkatkan pengetahuan serta wawasan peserta tentang landasan kehidupan berbangsa dan bernegara; nilai-nilai dasar bela negara; penghormatan terhadap lambang-lambang negara dan ketaatan kepada peraturan perundang-undangan; dan pembinaan kerukunan, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Jika anak bangsa ini, sudah memahami Wasbang dan Bela Negara, maka ideologi menyesatkan dari asing yang masuk ke Indonesia dengan mudah dapat dihancurkan, sebab dengan serta merta masyarakat yang kuat ideologi Wasbang dan Bela Negara, akan menghancurkannya secara sistimatis,” papar Deki. []TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.