TamiangNews.com | ACEH TIMUR -- Tokoh masyarakat di Gampong Lhok Panjau Kecamatan Darul Ihsan Kabupaten Aceh Timur mendukung penuh jika ada niat Pemerintah untuk membangun sarana pendidikan Nasional yang mudah terjangkau bagi masyarakat desa sekitar dengan menghibahkan Tanah Gampong untuk pbangunannya. 
Hal itu disampaikan Geuchik  (Kepala Desa) Lhok Panjau  Kecamatan Darul Ihsan, Asnawi, yang mengusulkan Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Dasar Negeri (SDN), untuk dibangun pada atas Tanah Hibbah Gampong itu Selasa (4/2).
 
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur, Saiful Basri, S.Pd,M.Pd, saat ditemui awak media diruang kerjanya, yang menyampaikan terkait Usulan Pembagunan Unit Sekolah Baru atau (USB) Sekolah Dasar Negeri (SDN), mengatakan pada prinsipnya kami dari Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, sangat mendukung didalam pemerataan pendidikan, karena dalam hal pedidikan itu merupakan tanggung jawab pemerintah, untuk setiap anak mendapat pelayanan pendidikan.

Tapi jelasnya, untuk membangun baru sebuah unit sekolah baru, ada ketentuan-ketentuan harus kita jaga bersama, dimana kalau memang masyarakat, menginginkan pembangunan unit sekolah baru (USB), didaerah mereka, terutama mereka harus menyediakan lahan yang bersertifikat.

Setelah itu ada faktor-faktor pendukung lainnya, misal setelah sekolah dibangun ada murid yang bersekolah disitu.

Maka dalam hal ini kami minta kepada Aparatur, Masyarakat kiranya untuk dipelajari itu, setidaknya mendapat dukungan dari daerah itu, atau kecamatan, atau koordinator wilayah yang memang disitu layak dibangun USB, dimana penduduknya melebihi dan jarak antara sekolah yang lain terjaga, dan muridnya mencukupi.

Kalau persyaratan itu sudah terpenuhi dan mencukupi, kami segera mensikapi, baik tingkat pusat dengan pengadaan USB, atau pun melalui dana APBK melalui otsus, dan ini harus disikapi oleh Masyarakat.

Terkait Kepala Desa Lhok Panjau mengusul Unit Sekolah Baru (USB), Kadis Pendidikan sangat berterima kasih dan mendukung sahutnya, akan tetapi persyaratan harus dilengkapi.

Kalau ada sekolah yang muridnya melebihi kapasitas muatan ruang, Saiful Basri menjawab, memang jarak rumah sekolah itu sekitar 5 km, akan tetapi dengan sekolah  yang pertama yang jumlah muridnya melebihi, maka dalam hal itu tidak ada kendala untuk pembangunan baru USB.

Oleh karena kita harus lihat dulu, jangan nanti dibangun, disana tidak ada murid maka akan sia-sia saja atau mubazir, maka itu di pelajari dulu tentang jumlah usia penduduk sekolah SD berapa banyak yang disana juga, berpengaruh enggak, jangan disini dibangun USB disana kosong, tutupnya. [] TN-Wdp

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.