Bertemu Menteri Edhy Prabowo, Bupati Rocky Bahas Potensi Perikanan Aceh Timur
TamiangNews.com | JAKARTA --  Memang tepat jika Aceh Timur berjulukan Bereh, hal itu terbukti Bupati H. Hasballah Bin H.M. Thaib, SH, tidak jemu jemunya berusaha ektra keras dalam upaya membangun pertumbuhan pembangunan daerah sektor, kali ini Rocki berkesempatan untuk menjumpai Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Edhy Prabowo, S.E.,M.M.,M.B.A saat dirinya berada di Jakarta, Senin (10/2).
Bupati H. Hasballah Bin H.M. Thaib, SH bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Edhy Prabowo, S.E.,M.M.,M.B.A 
Pada pertemuan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan itu ikut didampingi oleh Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan DR.Safri, S.E, M.S.I diruang kerjanya, Bupati yang akrab disapa Hasballah mengusulkan kepada Menteri Edhy Prabowo untuk membangun kembali sarana dan prasarana di 16 Dermaga  Perikanan Utama yang tersebar di Wilayah Kabupaten Aceh Timur.

“Aspirasi itu langsung di sampaikan kepada Menteri mengingat adanya muara dan dermaga kita yang tidak lagi beroperasi secara optimal, bahkan kita juga langsung mengusul pengadaan Kapal Keruk Muara untuk dialokasikan ke Kabupaten Aceh Timur,” ujar Bupati Rocki dalam siaran pers yang dikeluarkan bagian Humas dan Protokol Setdakab Aceh Timur.

Dalam kesempatan itu, Bupati Rocky turut memaparkan kondisi 16 tempat pendaratan ikan (TPI) diberbagai pesisir diwilayah Aceh Timur yang perlu perhatian serius  untuk dibangun. 

Kendati demikian, jika jalur dermaga itu optimal, bupati Rocky sangat yakin pertembuhan ekonomi masyarakatnya sektor perikanan akan maju dan berkembang.

Adapun 16 tempat pedaratan ikan yang dipaparkan Bupati dianataranya, TPI Madat, Kuala Simpang Ulim, Julok, Tepin Pukat (Nurussalam), Seneubok Baroh (Darul Aman), PPN Idi Rayeuk,  Kuala Peudawa (Peudawa), Alue Bu Jalan Baroh (Peureulak Barat).

Selanjutnya dermaga Alue Lhok (Peureulak Timur), Labuhan Kede (Sungai Raya) dan PPI Rantau Panjang (Rantau Selamat). 

Sementara di kecamatan  Peureulak meliputi Kuala Leuge, Seneubok Aceh, Kuala Bugak, Paya Lipah, dan Matang Peulawi.

“Kabupaten Aceh Timur merupakan daerah sentra produksi perikanan di wilayah Aceh. Bahkan merujuk dari data yang ada, produksi ikan di wilayah ini pada tahun 2018 capai 28.775,55 Ton. Ini merupakan sebuah potensi dan kekayaan laut yang melimpah. Maka sudah sepatutnya kita harus mendapat  perhatian pemerintah  pusat untuk dapat membangun sarana dan prasarana yang memadai,”  ucap Bupati.

Dari hasil audiensi itu, Bupati Rocky mengatakan Menteri Edhy Prabowo menyambut baik aspirasi yang disampaiakan mengenai kondisi real persoalan sektor kelautan dan potensi perikanan di Aceh Timur, bahkan Menteri Edhy segera akan menurunkan tim untuk melakukan survei.

“Alhamdulillah Potensi – potensi yang telah disampaikan direspon serius oleh Pak Menteri. Bahkan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menurunkan tim untuk mensurvei potensi yang nantinya akan bisa dikembangkan di Aceh Timur,” pungkas Bupati Rocky seraya berharap dengan usulan ini  kedepan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Aceh Timur. [] TN-Wdp.

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.