TamiangNews.com | LANGSA --  Terkesan Pemuda di Kota Langsa mulai terkotak kotak akibat tidak profesionalnya pemimpin daerah ini yang berakibat fatal bagi generasi penerus bangsa.
Abu Bakar Amin, SE, Ketua Umum DPD II KNPI Kota Langsa 
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Langsa Versi Abu Bakar Amin, SE. Dia meminta Penegak hukum periksa pencairan bantuan hibah versi Ketua Mukhtar Cs sebesar Rp150.000.000,-, yang diduga tidak sesuai dengan NPHD, Jum'at (17/01).

Pasalnya, anggaran hibah itu jelas jelas tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemko Langsa dengan KNPI versi Mukhtar Cs dan harus jelas digunakan untuk kegiatan apa.

Ironisnya, Pemko malah melakukan pencairan kepada KNPI versi Mukhtar, padahal kami dari KNPI yang sah tidak pernah menerima bantuan hibah atau bantuan sosial dari Pemerintahan Kota Langsa.

"Ini harus di audit oleh pihak inspektorat kemana dan untuk apa digunakan anggaran hibah bantuan Pemerintah tersebut, apakah sesuai dengan NPHD yang ditanda tangani oleh Pemko dan KNPI versi Mukhtar cs," tegas Amin.

Kemudian, selain bantuan Rp.150 Juta, Mukhtar juga menerima bantuan peringatan hari sumpah pemuda sebesar Rp.20 juta, jadi jumlah total keselurah yang diterima Rp.170.000.000,-.

"Jangan sampai anggaran itu dihambur-hamburkan oleh Ketua Muktar," tuding Amin.

Sebagaimana kita ketahui sebelumnya, Bendahara versi Mukhtar mengundurkan diri dengan alasan tidak di fungsikan sehingga menimbulkan tanda tanya, kenapa pengelolaan uang seharusnya di tangan bendahara namun tidak di fungsikan. []TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.