TamiangNews.com, LANGSA --  Sejumlah wartawan di Kota Langsa ancam akan laporkan Jamaluddin selaku Perwakikan  Bank Mandiri  Taspen Cab. Lhok Seumawe di Kota Langsa ke pihak kepihak kepolisian atas sikap perampasan alat kerja wartawan saat melakukan konfirmasi, Selasa (28/1).


Aksi menghalang-halangi kegiatan wartawan dengan merampas smartphone saat menjalankan tugas melakukan konfirmasi menjadi alasan sejumlah awak media ancam pihak pimpinan Bank Taspen Cabang Langsa ke polisi.

Peristiwanya perampasan alat kerja berupa smartphone yang dialami Munawar, ST di Bank Mandiri Taspen (Mantap) Cab. Langsa, di Jln. Ayani, dinilai berlebihan dan tidak bersahabat.

Munawar, ST wartawan Waspada Kota Langsa yang smarphonenya dirampas mengatakan, sebelumnya kami dihalangi oleh security.

"Maaf Pak.. hanya pihak keluarga yang boleh masuk kedalam bank tesebut, bapak dari Wartawan nanti masuk setelah selesai nasabah, ujar Securiti, iya, sip n oke jawab kami.

Belum selesai dialog dengan Security, tiba-tiba Pimpinan Bank Mandiri Taspen Cab Lhokseumawe yang mewakili pimpinan di Langsa, Jamaluddin langsung menunjukkan sikap arogansinya dengan nada membentak sejumlah wartawan yang hadir di sana. 

"Saya juga punya kenalan wartawan di Langsa ini, saya ini anak Langsa," tuturnya yang tiba-tiba langsung merebut smartphone, menyerahkan ke karyawan wanita, selang beberapa saat saya direbut kembali,"  dari wanita itu, tutur Munawar.

Padahal dirinya sedang menyelesaikan berita dengan menggunakan smartphonnya berita terkait "Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimobda Aceh di kunjungi murid TK Kemala Bhayangkari Langsa," Setelah terjadi debat beberapa menit dengan teman-teman pers lalu Jamaluddin langsung masuk kembali ke dalam bank.

Sebenarnya nawaitu kami datang ke bank itu untuk konfirmasi biar beritanya yang kami dengar tidak sepihak. 

Terkait masalah pencairan kredit salah seorang nasabah berinisial Burhanuddin, 56, warga Tanjung Geulumpang Kec. Sekrak Kab. Aceh Tamiang yang merupakan pensiunan PNS.

Dimana pinjaman yang disetujui pihak bank itu sebesar Rp.124 juta namun nasabah tersebut hanya menerima sebesar Rp.26 juta dengan dua kali penarikan, masa pinjaman selama 19 tahun dengan angsuran bulannya Rp.1.535.000.-.

Anehnya lagi nasabah selama dua tahun lebih tidak memegang buku rekening, hal tersebutlah kami datang untuk mengkonfirmasi ke pihak Bank Mandiri Taspen.

Perwakilan Pimpinan Bank Mandiri Taspen Cab. Lhok Seumawe merampas smarphon wartawan dan menghalang halangi tugas jurnalistik sejumlah wartawan saat hendak melakukan peliputan di Kantor Bank setempat di Jln. A. Yani Kota Langsa, Selasa (28/1) sore 

Kronologis, saat itu sebanyak tiga orang wartawan yakni Saiful Alam, SE (Anggota PWI Aceh Tamiang) wartawan Tamiang Newa, Mustafa Rani (Ketua AJI Kota Langsa) wartawan Puja TV dan Munawar, ST (Sekretaris PWI Kota Langsa) wartawan Harian Waspada yang hendak konfirmasi terkait 

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Langsa Mustafa Rani mengatakan, tindakan menghalang halangi tugas wartawan/jurnalis kekerasan merampas hand phone atau kamera itu jelas telah melanggar konstitusi, yang sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Peristiwa itu dinilai AJI sebagai intimidasi terhadap kerja jurnalis. AJI menyatakan akan melaporkan intimidasi itu ke Polres Kota Langsa. Demi keadilan dan demokrasi, para pelaku harus diproses dan diadili. 

"Secara pribadi teman-teman wartawan memaafkan, tapi ini tidak bisa dibiarkan. Kalau ada tindakan kejahatan yang selesai dengan kata maaf, mungkin tidak ada isinya penjara," ujarnya.[] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.