TamiangNews.com | KARANG BARU --
Warga disekitar usaha ternak ayam potong di Dusun Setia Jaya Kampung Padang Langgis Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang, resah dengan usaha tersebut. 
Pasalnya usaha ternak itu menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat bagi lingkungan sekitar. Bukan hanya bau, tetapi itu juga menimbulkan lalat yang dapat menjadikan penyakit. 

Bentuk protes sudah mereka sampaikan kepada Pemerintah Kampung itu beberapa kali, namun usaha itu tetap mulus melakukan usaha ternak tersebut.

Datok Penghulu Kampung Padang Langgis, Ridwan Kepada wartawan membenarkan bahwa usaha ternak ayam potong itu sudah meresahkan warga di dusun itu. 

Dia mengatakan bahwa pihak desa juga telah memanggil pemilik usaha itu beberapa bulan yang lalu. 

"Pihak Kampung sudah memanggil dan duduk bersama dengan para warga. Bahkan sudah membuat surat pernyataan bahwa pemilik usah itu akan menutup usahanya", katanya.

Akan tetapi, hingga saat ini pemilik usaha itu tetap melakukan aktivitas tanpa menghiraukan perjanjian yang sudah disepakati, bahkan sudah memasukkan lagi bibit ayam baru, ungkap Datok Ridwan, Kamis (16/01) 

Dijelaskan Datok, baru baru ini pihak Dinas Lingkungan Hidup, P2TSP dan Satpol PP Kabupaten Aceh Tamiang juga telah meninjau lokasi itu. 

Pihak Dinas memberikan peringatan bahwa usaha itu harus mempunyai izin dan mengikuti aturan jika ingin usahanya tetap beroperasi, tapi jika tidak, usaha tersebut akan ditutup paksa. 

"Selain Dinas Lingkungan Hidup,  P2TSP, Satpol PP dan perwakilan Polsek Seruway juga hadir pada waktu itu. Dan pihak pengusaha sudah menyepakati akan mengrus semua izin dan peraturan yang berlaku", katanya 

Sementara itu, Abdul Manaf pemilik usaha Ternak Ayam Potong Ilegal yang disebut sebut bukan warga setempat, saat ditemui wartawan  menunjukkan sikap tidak bersahabat terkesan angkuh dan arogan seperti preman kampung, padahal awak media sudah berupaya bersikap ramah dan bersahabat.

Sikap preman Abdul Manaf ditunjukannya dengan mengambil foto wartawan yang menemuinya,  sambil berkata bahwa usaha yang dilakoninya itu tidak ada masalah dengan warga sekitar. 

"Dari mana kalian ini", tanya pemilik usaha itu sambil mengambil foto wajah wartawan yang akan melakukan konfirmasi. 

Tidak hanya itu, pemilik usaha itu juga menakuti awak media bahwa dirinya akan memanggil anggota Polsek setempat.

Namun akhirnya pemilik usaha bersedia untuk dikonfirmasi oleh wartawan meskipun dengan menunjukkan sikap tidak bersahabat. 

"Warga dusun ini tidak ada yang komplin dengan usaha kami hanya satu dua orang saja yang tidak suka dengan usaha yang kami jalankan ini", katanya 

Dia menilai, beberapa orang warga yang kompin itu merupakan orang-orang yang iri sehingga menyebarkan fitnah dimana-mana. 

Ia tidak membantah jika usahanya itu pernah didatangi oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait lainnya serta perwakilan Polsek Seruway. Bahkan dia juga mengakui bahwa beberapa bulan yang lalu telah dipanggil ke Balai Desa untuk melakukan perjanjian dengan warga. 

Saat disinggung apakah usaha ini telah memiliki izin lingkungan, dia beralasan bahwa saat ini sedang dalam pengurusan, sebenarnya untuk apa izin kan usaha ini tidak besar hanya memiliki ayam potong sebanyak 7.000 ekor ayam. 

"Tapi ya sudahlah saat ini kami sedang proses pengurusan", katanya singkat terkesan engan membahasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang melalui Kabid Penaatan dan Penataan, Suprijal,ST, ditanya TamiangNews mengatakan usaha ternak ayam potong di Kampung Padang Langgis hingga kini belum memiliki izin resmi. 

"Kami sudah pernah turun kelokasi usaha itu beberapa bulan lalu, dan sudah dihimbau jika ingin usah berlanjut harus mengurus dan mempunyai izin", katanya.  

Lalu, sambungnya, usaha itu juga harus mempunyai izin lingkungan dari dinas terkait, jika ada warga tidak setuju maka dinas tidak bisa mengeluarkan izin.

Begitupun persyaratan teknis lainnya,  misalnya dengan lantai di bawah kandang itu harus dicor, tidak seperti sekarang ini lantainya, papar Suprijal. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.