TamiangNews.com | ACEH TAMIANG -- Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan sumber utama penerimaan daerah untuk itu perlu terus ditingkatkan dari berbagai yang ada di dalam kabupaten ini demi terselenggaranya penyelenggaraan pemerintahan dan kegiatan pembangunan daerah.
Bupati Aceh Tamiang Mursil, SH, M.Kn
Hal itu ditegaskan Bupati Aceh Tamiang Mursil, SH, M.Kn, didampingi oleh Wakil Bupati, Tengku Insyafuddin, ST, ketika memimpin Rapat Evaluasi Realisasi PAD Tahun 2019 dan Evaluasi Potensi atau Target PAD Tahun 2020  yang diselenggarakan di Aula Setdakab Aceh Tamiang, dihadiri oleh para Staf Ahli Bupati dan Asisten Setdakab, seluruh Kepala SKPK, para Kepala Bagian, serta para Camat dalam Kabupaten Aceh Tamiang, Jum’at (24/01).
Mursil mengatakan, peran PAD dalam struktur pendapatan daerah tercermin dari besarnya kontribusi terhadap pendapatan daerah, yang menggambarkan kemandirian suatu daerah, PAD ialah salah satu indikator kesuksesaan dari suatu pemerintahan.
“Salah satu potensi PAD itu ada di Dana Desa, sekarang bagaimana Dana Desa ini direncanakan dan dikelola dengan baik, agar dapat menghasilkan PAD” terangnya.
Mursil mencontohkan, Kampung yang memiliki potensi Pariwisata dapat menggunakan Dana Desa untuk pengembangan pariwisata tersebut.
“Kita lihat saja daerah yang PADnya meningkat sebagai dampak keberadaan Pariwisata yang dapat meningkatkan PADnya seperti daerah Bayuwangi, karenakan ada sektor pariwisata yang dikembangkan dan salah satu sumber pembiayaan sektor itu adalah dengan menggerakkan masyarakat melalui ADD. Jadi masyarakat ikut terlibat aktif dalam mengembangkan wisata,” timpalnya lagi.
Dijelaskan, jika berbicara masalah PAD, jika daerah mampu mengembangkan struktur ekonomi yang berbasis sumberdaya alam, seperti optimasi potensi pariwisata, maka akan berdampak pula pada meningkatnya perkembangan sektor jasa, efeknya, PAD akan meningkat.
“ Dengan Dana Desa yang efektif ketika digunakan dengan fokus dan sesuai fungsinya. Ia akan memberikan multiplier effect yang tinggi dan bermuara peningkatan PAD,” sebut Bupati lagi.
Mursil menegaskan, Pemkab menitik beratkan pelaksanaan kebijakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah lewat langkah-langkah sebagai berikut Pertama, Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah kedua.
Peningkatan pelayanan kepada wajib pajak/retribusi daerah; ketiga, Peningkatan peran dan fungsi SKPK sebagai ujung tombak pelayanan publik dan Keempat, peningkatan koordinasi dan sinergitas melalui kerjasama di bidang pendapatan daerah dengan Pemerintah Pusat, Kabupaten/Kota serta instansi terkait.
Dikatakan perlu adanya langkah-langkah dan strategi dalam menaikan PAD dan mencapai target PBB, karena masih banyak celah-celah target PAD yang selama ini belum dimaksimalkan dan ditarik seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Budidaya Sarang Walet, dan restoran. Maka dari itu, Bupati minta kepada dinas terkait, untuk melahirkan qanun pajak sebagai dasar pungutan beberapa potensi tersebut. []TN-W007

Plt Gubernur: Keberadaan PT PIM harus Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.