Mungkin kalian mengira jika pemain professional seperti pemain NBA ketika pensiun akan hidup bahagia tanpa kekurangan, tetapi kenyataannya ada mantan pemain NBA yang nasibnya sekarang sangat bertolak belakang dengan ekspetasi, salah satu contohnya adalah Delonte Maurice West.



Delonte Maurice West atau yang biasa dikenal dengan nama Delonte West ternyata menjadi seorang yang tidak mempunyai apa apa dan hidup seadanya. Delonte West yang lahir di Washington D.C Amerika pada tanggal 26 Juli 1983.

Karir gemilang West di Eleanor Roosevelt Highschool di Greenbelt, Maryland tidak dapat dipungkiri dimana dia memimpin tim sekolahnya mencapai kejuaraan Maryland 4A. West dinobatkan sebagai pemain basket terbaik Washington Post All Met of the Year karena dia mencetak overall 20.2 poin, 6.5 rebound, 3.9 assist, dan 3.1 steal per game.

Tidak sampai disitu, karir West di Saint Joseph’s University a.k.a Hawks juga sangat gemilang. West dianggap sebagai Best Backcourt in the country along with Wooden and Naismith Award winner Jammer Nelson. Overall yang dicapai West yaitu 18.9 poin dan 6.7 assist per game, menembak 41% three point sebagai junior. Usahanya dengan rekan seteamnya membuahkan hasil karena di musim regular Hawks tak pernah terkalahkan dengan kemenangan 27-0 dan mendapatkan penampilan Elite Eight di Turnamen NCAA serta Hawks menyelesaikan musim dengan hasil 30-2.

Pada tahun 2004 West memilih untuk meninggalkan karir gemilangnya di Saint Joseph’s University setelah dia dipilih oleh Boston Celtics di pick 24 draft NBA 2004. Di musim rookienya West hanya bermain 39 pertandingan karena cedera, dia mencetak  rata-rata 4.5 poin, 1.7 rebound dan 1.6 assist per game. West dipindahkan ke posisi Shooting Guard di musim 2006-2007 dan dia membuat karir tertingginya dengan mencetak 31 poin dan 12 poin free throw saat melawan Timberwolves. Pada akhir musim 2006-2007 datang pemain yang bernama Rajon Rondo, West harus berbagi menit bermain dengan Rajon Rondo.

Pada tanggal 28 Juni 2007 West di trade oleh Boston Celtics ke Seattle SuperSonics bersama dengan Jeff Green di pick 5 dan Wally Szczerbiak dengan menukarkan Ray Allen di overall pick ke 35. Tidak bertahan lama di Seattle SuperSonics, pada tanggal 21 Februari 2008 West masuk dalam bagian trade tiga tim yang mengirimnya dan West bermain untuk team Cleveland Cavaliers di musim 2008-2010, setalah rekan seteamnya di Cleveland Cavaliers yaitu Lebron James pindah ke Miami Heat, West bersama Sebastian Telfair di trade ke Minnesota Timberwolves dan Cleveland Cavaliers mendapatkan Ramon Sessions, Ryan Hollins dan rookie yang akan di draft pada tahun 2010.

Home Sweet Home, West kembali ke Boston Celtics pada musim 2010-2011 di tanggal 1 September 2010, West menandatangani kontrak satu tahun untuk mendukung Rajon Rondo sebagai point guard tetapi manusia tetaplah manusia yang tidak luput dari kesalahan dan masalah, West diskors untuk sepuluh pertandingan pada musim 2010-2011 atas tuduhan senjata di Maryland, Untuk musim 2010-2011 West menyelesaikan dengan rata-rata 5.6 poin, 0.8 steal, 2.7 assist, dan 0.867 free throw per game.

Di musim 2011-2012 West menandatangani kontrak dengan Dallas Mavericks pada 13 Desember 2011. Selama musim 2011-2012 West mencetak rata-rata 9.6 poin. West membuat masalah lagi dan di skors tanpa batas mengikuti argument setelah kehilangan pramusim di tanggal 15 Oktober 2012. Dia dipulihkan setelah satu hari, tetapi ditangguhkan lagi pada 25 Oktober karena alasan yang sama. Pada 29 Oktober 2012 West dibebaskan oleh Mavericks.

Pada Tahun 2013 West yang memperkuat Texas Legends di NBA D-League karena tidak dapat bermain di divisi utama basket professional karena kasus tersebut. West membuat debutnya untuk Legends dengan 10 poin dalam kekalahan 85-103 untuk Santa Cruz Warriors. West yang sudah tidak berdaya ini pindah ke Tiongkok di tahun 2013-2014 dengan memperkuat salah satu team yaitu Fujian Xunxing.

Tidak sampai disitu, pada September 2014 West menandatangani kontrak satu tahun dengan Hiu Shanghai karena kontrak West yang sudah habis untuk team Fujian Xunxing. Namun dia dilepas oleh Hiu Shanghai pada tanggal 18 November setelah hanya bermain 4 pertandingan meskipun pertandingan debutnya dia menyumbang 29 poin yang mengesankan di pembuka musim pada tanggal 1 November.

Diakhir karir West pada tahun 2015, dia kembali bermain 1 game untuk Texas Legends dalam pertandingan melawan Delaware 87ers. Dia bermain 19 menit dari bangku cadangan dan mencatat 10 poin dan 6 rebound tetapi Texas Legends harus menerima kekalahan dari Delaware 87ers dengan skor 122-119. Pada tanggal 2 april West dilepas oleh Texas Legens setelah menderita cedera akhir musim.

Usai hengkang dari dunia perbasketan dan bermain selama 8 tahun di basket professional. Tepatnya pada tahun 2016 tepatnya setahun setelah dia pensiun dari dunia basket beberapa fans basket melihat West mengemis meminta uang, beberapa fans sempat memfotonya dan foto tersebut sempat viral, West yang melihat foto itu dan berkata bahwa dia hanya membantu gelandangan yang ada di jalanan. Pada tahun 2019 West lagi lagi tertangkap kamera sedang duduk di pinggir jalan dengan badan yang kurus, banyak fans yang menduga West benar benar ada di titik terendah dalam hidupnya apalagi setelah dia bercerai dengan istrinya dan tidak mampu lagi bekerja sebagai atlet basket, selama karirnya bermain basket West mendapatkan uang sebesar $16.000.000 jika dirupiahkan kurang lebih sebesar 224 milliar rupiah, tetapi kemanakah uang tersebut sekarang?

Kesimpulan pada topik kali ini adalah hidup itu seperti roda yang sedang berputar kadang diatas kadang dibawah, meskipun anda sedang berada diposisi paling atas janganlah menggangap semua hal itu mudah dan jika anda sedang berada diposisi terendah, berusahalah sekeras mungkin karena usaha tidak akan mengkhianati hasil. Mari kita doakan Delonte Maurice West dalam kondisi yang sehat dan kembali dalam kehidupan yang berkecukupan. []

Penulis : Wilbert
Mahasiswa

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.