TamiangNews.com, JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi meminta kemampuan berbahasa Mandarin yang digunakan bangsa China dapat dikuasai siswa madrasah aliyah, selain bahasa Inggris dan Arab. Hal itu untuk meningkatkan daya saing lulusan sekolah tersebut.

Foto : CNN
Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan Madrasah Kemenag, Ahmad Umar mengatakan bahwa Fachrul menginginkan itu karena menganggap penguasaan bahasa asing penting di masa kini.

"Perintah Pak Menteri ada tiga untuk meningkatkan daya saing. Satu, anak madrasah harus menguasai satu di antara tiga bahasa asing, yaitu bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Mandarin. Lalu menguasai IT dan vokasi," kata Umar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (7/1).

Umar menjelaskan Fachrul ingin lulusan madrasah memiliki nilai plus di dunia kerja. Orang yang punya kemampuan berbahasa asing dinilai lebih mudah diserap dunia kerja.

Khusus untuk bahasa Mandarin, Umar bilang bisa saja madrasah mengganti bahasa Mandarin dengan bahasa lainnya, seperti bahasa Jerman, bahasa Italia, atau bahasa Jepang. Namun, Fachrul secara khusus mengusulkan bahasa Mandarin karena banyak dibutuhkan perusahaan saat ini.

"Pertimbangannya begini, bahasa Mandarin ini kan termasuk bahasa asing yang memang banyak digunakan dalam dunia kerja," tutur Umar

Umar menuturkan belum bisa menargetkan waktu penerapan perintah Fachrul tersebut. Kemenag berencana melakukan standardisasi kompetensi berbahasa bagi siswa madrasah sebelum lulus.

"Ini kita masih jajaki untuk prosesnya, ini kan permintaan beliau, sudah kita siapkan," ujar Umar.
Lihat juga: Gerindra: Tito, Fachrul, dan Sri Mulyani Perlu Dievaluasi

Catatan Redaksi: Redaksi mengubah judul berita menjadi 'Menag Ingin Lulusan Madrasah Aliyah Bisa Berbahasa Mandarin' pada Selasa (7/1) jam 21:02 WIB, setelah mendapatkan keterangan lebih lanjut dari pihak terkait. [] CNN

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.