TamiangNews.com, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeringatkan mereka yang turut menyembunyikan atau membantu pelarian tersangka kasus suap penetapan pergantian antar waktu anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Harun Masiku.

Foto : jpnn
Menurut Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri, mereka yang turut menyembunyikan bisa dijerat Pasal 21 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Sangat memungkinkan (diterapkan Pasal 21). Ancaman hukumannya 3 sampai 12 tahun penjara atau denda Rp 150 juta dan maksimal Rp 600 juta," kata Fikri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (21/1).

Menurut Fikri, KPK sangat membutuhkan keterangan Harun untuk pengembangan kasus suap yang melibatkan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Fikri meminta tersangka Harun juga koorporatif karena nanti akan menjadi bahan pertimbangan meringankan hukuman.

"Siapa pun yang tidak kooperatif akan dipertimbangkan menjadi alasan yang memberatkan," kata pria yang berlatar belakang jaksa ini. [] JPNN

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.