TamiangNews.com | LANGSA -- 
Maraknya Judi online di Kota Langsa, terkesan sudah resmi beroperasi, mengapa tidak, dengan tetap beroperasi permainan haram ini dan telah mewabah hingga kepelosok desa, diperparah lagi Judi Online justru sangat subur bak jamur dimusim hujan tumbuh di Bumi yang mengedepankan Syariat Islam, Senin (6/1).
Sayed Zahirsyah Almahdaly
Anehnya lagi, penyakit masyarakat (Pekat) yang bergelut dalam judi online tersebut, mengesampingkan adat istiadat setempat.

LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah Almahdaly menyoroti persoalan ini, karena menurutnya judi ini salah satu faktor bobroknya mental dan perilaku sosial masyarakat di lingkungannya yang punya dampak sangat negatif.

"Praktek  judi online ini diduga menjadi bius pendapatan bagi para oknum pejabat sehingga terkesan dibiarkan atau tanpa tindakan apapun," ujarnya.

Hal ini terbukti masih sangat banyak warga yang keracunan judi itu, sehingga ekonomi rumah tangga hancur yang berdampak lahirnya  pencurian, perbuatan kriminal dan yang lebih parahnya dapat merusak mental generasi muda yang islami akibat kecanduan game online tersebut.

"Tentunya, para penguasa dan aparat seperti tidak mampu berbuat apa apa dan anehnya Anggota DPR Kota setempat seolah-olah tutup mata, padahal semua tahu bahwa keluarga si Wulan adalah bos besar judi yang telah bertahta tiga generasi di Langsa dan dapat julukan "Ratu Togel Langsa." ungkap Sayed.

Ia menilai, para bandar malah seperti dapat perlindungan, makin nyaman bahkan makin besar kepalanya dengan berani lakukan perlawanan pengganggu bisnis haram mereka. 

"Banyak saudara kita yang muslim juga sudah tak tau diri lagi, malah bangga bisa makan uang haram judi itu," ketus Ketua LSM Gadjah Puteh.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.