TamiangNews.com | LANGSA -- 
Tudingan miring salah seorang Oknum Purna Bakti (pensiunan) PT. Perkebunan Nusantara I beberapa waktu lalu yang menyebutkan “Direksi PTPN I Tidak Bisa Bayar Santunan Hari Tua (SHT) Pensiunan Akibat Hasil Panen Sawit Brondolan Campur Dengan Tanah”, itu tidak benar.
Syaifullah, SE, Humas, Protoler & Portal BUMN
Demikian disampaikan Kasubbag Humas, Protoler & Portal BUMN  Syaifullah, SE, melalui siaran pers yang diterima TamiangNews Sabtu (18/1).

Terkait tudingan tersebut dapat kami sampaikan sebagai berikut, benar adanya pengutipan sebagian kecil brondolan yang mutunya kurang baik atau kering dan bercampur dengan sampah yang terkirim ke Pabrik yang tentunya di Pabrik menjadi bahan baku untuk diolah menjadi CPO dan inti sawit. 

Brondolan yang kurang baik ini 
dikutip dari ceceran dari piringan tanaman, meskipun tidak memberikan kontribusi dalam bentuk minyak kelapa sawit (CPO), namun masih memiliki nilai ekonomis dalam bentuk inti dan cangkang. Oleh sebab itu, Manejer Kebun mengintruksikan pengutipan tetap dilakukan dalam rangka optimalisasi produksi.

Terhadap tudingan SCA (Pensiunan PTPN I) yang menyatakan akibat lemah kontrol dan tidak berani mengambil tindakan terhadap oknum pelaku, sehingga para oknum bekerja semena-mena, itu merupakan hanya berita sepihak yang keliru, serta mengada ada. 

Direksi PTPN I saat ini sudah berlaku tegas dengan memberikan reward kepada Sumber Daya Manusia yang melakukan upaya peraihan produksi yang sudah menjadi Standar Operasional Prosedur (SOP) Manajemen Produksi dan memberikan punishment kepada Sumber Daya Manusia yang melakukan pelanggaran yaitu dalam bentuk surat peringatan, degradasi jabatan, penurunan golongan dan ganti rugi atas kerugian Perusahaan. 

Disamping itu, Direksi PTPN I selalu melakukan pengawasan yang ketat melalui Bagian Satuan Pengawasan Internal (SPI) dan Bagian terkait serta melakukan kontrol secara langsung melalui kunjungan kerja ke kebun dan pabrik di lingkup PTPN I, seperti pada awal bulan Januari 2020 ini, Direktur Utama dan Direktur Operasional PTPN I sudah melakukan kunjungan kerja ke beberapa kebun dan pabrik.

Hasil kerja Direksi PTPN I saat ini sudah terlihat peningkatan kinerjanya, hal ini tercermin dari terjadinya peningkatan produktivitas kelapa sawit dari tahun ke tahun yaitu pada tahun 2018 produktivitas sebesar 13,26 Ton/Ha dan pada tahun 2019 meningkat menjadi 16,02 Ton/Ha. 

Produktivitas pada tahun 2020 ditargetkan sebesar 21,57 Ton/Ha.
Walaupun dari segi produktivitas meningkat, namun dari segi harga jual rata-rata komoditi pada tahun 2019 belum menggembirakan, hal ini menyebabkan kondisi keuangan PTPN I saat ini belum begitu baik sehingga belum mampu membayar kewajiban Perusahaan secara menyeluruh namun demikian Direksi tetap berkomitmen untuk tetap memenuh kewajibannya.

Terkait tuduhan lainnya dari SCA mengenai Direksi PTPN I yang tidak ahli di bidang Manajemen Perkebunan dan belum cukup pengalaman itu juga tidak benar, karena Direksi PT Perkebunan Nusantara I yang saat ini menjabat, 2 (dua) diantaranya pernah menjabat sebagai Manajer Kebun dan Kepala Bagian di PT Perkebunan Nusantara III (Persero). 

Begitupun Direksi PTPN I sebelum menjabat terlebih dahulu dilakukan penilaian fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) yang dilakukan oleh Pemegang Saham yaitu Kementerian BUMN dan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). []TN-W007


Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.