TamiangNews.com | BANDA ACEH --  Terkait banyaknya kejanggalan yang terdapat di salah satu Universitas ternama dan berstatus Perguruan Tinggi Negeri di Aceh, aktivis mahasiswa Sulthan Alfaraby secara resmi melayangkan surat laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), melalui surat Elektronik dan jasa ekspedisi, Rabu (15/01).
Sultan Alfaraby 
Alfaraby membenarkan bahwa surat tersebut dilayangkan akibat pihaknya merasa banyaknya kejanggalan serta ada laporan dari para mahasiswa dalam mengadvokasi berbagai permasalahan di salah satu universitas di Aceh itu, terkait nama kampus yang dimaksud tidak bisa  dibeberkan sekarang karena sedang menunggu pihak KPK RI untuk memproses lebih lanjut.

"Benar surat telah dikirim ke KPK salah satunya menyangkut tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mahal dan tidak sebanding dengan apa yang didapatkan, seperti fasilitas tidak memadai dan hak-hak mahasiswa lainnya". 

Bukan baru kali ini kami mengingatkan tapi sudah berkali ini, sudah bosan untuk disampaikan bahwa hak-hak mahasiswa harus direalisasikan. Kasihan juga yang orang tuanya kerja banting tulang, anaknya malah dikerjain di universitas, apalagi statusnya negeri, jahat gak? , ujarnya.

Dalam surat laporan tersebut, Alfaraby mengatakan mereka sudah melaporkan salah satu nama Universitas dan juga banyak hal yang menurut dirinya janggal dan tidak seharusnya dibiarkan, seperti fasilitas tidak memadai, indikasi KKN, serta banyak masalah-masalah lainnya. 

Hal ini dilakukan agar KPK RI bisa melakukan pendataan dan pemeriksaan secepatnya terhadap universitas yang tercantum dalam surat laporan yang berjumlah 2 lembar halaman.

"Mohon maaf nama (kampus) tidak boleh dipublikasi dahulu, karena biarkan saja KPK RI yang menanggapi laporan tersebut. Kami tidak menuduh, tapi kami merasa banyaknya kejanggalan terkait fasilitas dan juga masalah dari beberapa pimpinan kampus serta masalah-masalah lainnya. 

Hal ini dilakukan supaya kampus terbebas dari yang namanya indikasi kolusi, korupsi dan nepotisme serta hal merugikan lainnya. Kami cinta kampus kami dan tidak akan kami biarkan kampus dikotori," tambahnya.

Terakhir, Alfaraby berharap agar seluruh kampus jangan menjadikan instansi pendidikan sebagai ladang uang serta harus menghargai para mahasiswa. Karena menurutnya, jika tanpa mahasiswa maka kampus tidak akan pernah menjadi sukses dan dikenal.[]TN-Rif

,
Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.