TamiangNews.com, SERANG -- Selama Januari 2020, sebanyak 17 anak di bawah umur menjadi korban kekerasan seksual terhadap anak di Kota Serang, Banten. Jumlah tersebut tergolong tinggi selama ini karena belum genap satu bulan.

Foto : Ilustrasi
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Toyalis mengatakan, pada awal 2020 sudah terjadi 17 kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak. Angka tersebut sudah mengkhawatirkan karena sebelumnya dalam satu bulan hanya terjadi satu atau dua kasus saja.

"Sekarang ini baru Januari saja sudah 17 kasus kekerasan seksual kepada anak. Di Kecamatan Serang 15 kasus, dua kasus di Kecamatan Walantaka, ini luar biasa," kata Toyalis kepada wartawan. Selasa (28/1/2020).

Diungkapkan Toyalis, para pelaku yang sudah melecehkan anak di bawah umur merupakan orang terdekat, baik itu orangtuanya maupun tetangganya. "Ada satu pelaku sudah tua korbannya sampai 15 anak-anak. Nah, ini yang masih DPO," ujarnya.

Dia menambahkan, penyebab para pelaku melakukan aksi bejatnya karena moral dan ada kelainan seksual yang suka, tertarik dengan anak-anak. "Ini karena moralnya, ada kelainan seksual yang suka sama anak-anak patau pedofil," kata Toyalis.

Sejauh ini, pencegahan sudah dilakukan dengan berbagai upaya seperti sosialisasi kepada masyarakat, menggandeng tokoh ulama, tokoh masyarakat.

Kasi Pemenuhan Hak Anak DP3AKB Ati Rohayati menambahkan, 17 kasus kekerasan seksual terhadap anak merupakan jumlah tertinggi selama ini. "Ini sudah tinggi, biasanya dalam sebulan hanya satu atau dua kasus saja yang terjadi," kata Ati.

Diketahui, pada tahun 2019 jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak di Ibu kota Provinsi Banten itu terjadi sebanyak 43 kasus. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2018 dimana terjadi 34 kasus. [] SINDONEWS

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.