Foto : Ilustrasi
Mencoba bertahan di tengah kepungan badai.
Tuan bilang lelah untuk meneruskan perjalanan.

Tangan ku tetap menggengam mencoba meyakinkan.

Tak lelah untukku meyakinkan, tapi keinginan tuan untuk berhenti lebih kuat.

Kuyakin kan kembali jika didepan sana, badai pasti berhenti.
Tapi tuan lebih tergiur untuk pindah kelain hati.

Kepastian sudah diberikan. Namun penghianatan menjadi jawaban.

Mari tuan, melangkah kembali menuju harapan.
Dan mengetuk pintu yang sama.

Tapi apa daya, 
cinta sejati kini sudah ternodai
Cinta sejati telah jauh dan pergi.

Berlalu pilu membiru bersama kepingan kenangan. []

Penulis : Mirnawati 
Mahasiswa psikologi Islam di universitas Islam negeri imam Bonjol padang

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.