TamiangNews.com, SIGLI - Badan Pangan PBB, World Food Programme (WFP) melanjutkan Program Gizi Anak Sekolah (Progas) di 33 dari 277 SD di Pidie. Program bersumber dari APBK dan APBN yang telah berjalan dua tahun dan Kabupaten Pidie meraih peringkat satu nasional dalam pengelolaan Progras di seluruh Indonesia.


Sekda Pidie, Idhami SSos MSi, kepada Serambi, Sabtu (30/11) mengatakan, Progas merupakan program Dinas Pendidikan (Disdik) Pidie dengan sumber dana APBK dengan APBN yang telah dimulai sejak 2018. Dikatakan, awalnya hanya 10 SD yang ditanggung APBN dengan dana sekitar Rp 2,1 miliar.

Namun, katanya, pada 2019 jumlah bertambah menjadi 33 SD dengan rincian yakni APBK sekitar Rp 2,4 miliar untuk 13 SD dana APBN sekitat Rp 2,6 miliar untuk 20 SD atau totalnya sekitar Rp 5 miliar.

Dia mengatakan Progas tersebut merupakan program Dinas Pendidikan (Disdik) Pidie yang direncanakan hingga 2022. Dana untuk kegiatan dikirim ke masing-masing rekening 33 SD, dimana setiap SD menerima antara Rp 80 juta hingga 100 juta selama setahun.  "Dana dikirim langsung ke masing-masing rekening sekolah, dimana masing-masing SD menerima antara Rp 80 juta hingga 100 juta per tahun," sebutnya.

Dia menjelaskan, sasaran Progas terhadap SD yang terletak di kawasan pesisir yang didominasi murid dari keluarga miskin. Dia mencontohkan, seperti SD 3 Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga. " Dua hari dalam sepekan, anak-anak diberikan makanan secara gratis untuk asupan gizi atau 108 hari dalam setahun. Sebelum makanan diberikan, murid lebih dahulu diperiksa Hb (Hemoglobin) atau  anak," jelasnya.  Hemoglobin merupakan komponen dalam sel darah merah yang berperan penting mengikat oksigen dalam darah.

Dia menyebutkan, bagi SD yang tidak mendapatkan dana Progas, maka harus membuat secara mandiri dengan sumber dana dari sekolah, sehingga dinilai telah berhasil menindaklanjuti program tersebut. Keberhasilan tersebut, akan membuat Pemerintah Pusat masih bersedia berkerjasama dengan Pemkab Pidie dalam upaya mencegah stunting.

"Pidie mendapat juara satu tingkat nasional dalam pengelolaan Progas, sehingga Sekretaris Disdik Pidie, Ridwandi, terpilih untuk diundang ke Kamboja, guna memaparkan keberhasilan Progas di negara tersebut," jelasnya.

Dia menambahkan, program 2018, dari APBN Rp 2,1 miliar untuk 10 SD selama satu tahun. Namun, pada 2019, Pemerintah Pusat menyambung program dengan syarat harus menggunakan dana sharing APBK sekitar Rp 1,9 miliar. "Tahun 2019, juga ada dana APBN, tapi besarannya saya sudah lupa. Tahun ini jumlah SD menjadi 20 yang menerima dana Progas," sebutnya.

Programme Assistant World  Food Programme (WFP), Sumiaty, kepada Serambi, kemarin, mengungkapkan, Progas tersebut telah dilaksanakan pada tahun 2018, yang awalnya Pidie dengan Aceh Tengah. Namun, pada 2019, APBN hanya mengkuncurkan dana untuk Pidie saja, mengingat komitmennya kabupaten ini yang mengalokasikan dana sharing untuk kelanjutan program, sehingga akan dilaksanakan hingga 2022.

Dia menyebutkan, untuk memperkenalkan lingkungan terhadap murid SD, Pemkab Pidie juga membantu ikan jenis nila yang dipelihara di beberapa SD. Ikan yang dipelihara tersebut akan dipanen untuk dimakan oleh anak-anak, sekaligus menambah protein bagi murid SD.

"Pidie sangat peduli untuk mencerdaskan anak-anak dari segi makanan, sehingga WFP memilih Sekretaris Disdik Pidie, Ridwandi, untuk berangkat ke Kamboja pada Sabtu (30/11). Ridwandi terpilih, satu orang dari seluruh Indonesia," jelasnya. [] serambinews.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.