TamiangNews.com | BATAM
Masyarakat Aceh yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Aceh (Permasa) Batam menggelar Zikir dan Do'a, untuk mengenang 15 tahun musibah gempa dan tsunami yang menimpa Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H Tahun 2019, berlangsung di Masjid Syiah Kuala, Tanjung Uma. Kamis, (26/12) malam. 
T. Jayadinoer
Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Masyarakat Batam (Permasa) Provinsi Riau Nanggroe Sulaiman, kepada TamiangNews.com, diingatkannya, seperti kita ketahui musibah Tsunami sudah berlalu 15 tahun lalu, namun bencana tersebut masih terngiang - ngiang di hati masyarakat Aceh, tak terkecuali masyarakat Aceh di Batam yang merasakan efek bencana tersebut. 

Acara yang berlangsung ba'da Isya dan diisi dengan serangkaian kegiatan dimulai dari zikir, doa, santunan anak yatim, dan tausiyah Agama dengan mengusung tema 'Melalui Maulid Nabi Muhammad Kita Perkokoh Umat untuk menjaga Persatuan dan Kesatuan dalam Berbangsa dan Bernegara'. 

Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh Agama, dan seluruh masyarakat Aceh yang hadir malam itu larut dalam zikir, do'a, dan Tausiyah agama yang disampaikan oleh ustadz Amri Fatmi, Lc, MA. Usai tausiyah selama 30 menit, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. 

Nanggroe, juga menyampaikan bahwa acara ini dilaksanakan dalam rangka mengenang kembali peristiwa 15 tahun lalu, dimana masyarakat Aceh pada saat itu mengalami musibah dahsyat yang mungkin menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa musibah bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Dan beliau berharap agar ke depan kita lebih dekat kepada sang Pencipta yaitu Allah SWT.

 "Acara yang dilaksanakan berbarengan dengan Maulid Nabi, dengan adanya kegiatan ini, Dia berharap bisa terjalin silaturahmi sesama warga Aceh di sini dan kita yang masih diberi kesempatan hidup agar lebih dekat lagi dengan Allah SWT," ucapnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Perwakilan Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh T. Jayadinoer, dan Ketua Permasa Batam Dr. Ir Juanda.

Kepada TamiangNews.com, 
“Peringatan tsunami bukan berarti membuka kesedihan masa lalu, akan tetapi kita semua diharapkan dapat mengambil hikmah di balik bencana gempa dan tsunami masa lalu,” pungkansya.

Dijelaskan Jayadi, kegiatan ini  sudah berlangsung setiap tahun setiap tanggal 26 Desember, dan ini juga sudah menjadi agenda rutin masyarakat Aceh yang berdomisili di kota Batam. 

Peringatan maulid sangat penting untuk merajut silaturahmi yang lebih kuat sekaligus menanamkan rasa kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

“Kita harap suasana di Aceh terus kondusif dan terpelihara oleh seluruh lapisan masyarakat dengan budaya dan prilaku seling menghormati antara satu sama lain,” harapnya.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.