TamiangNews.com | LANGSA -- Akibat Listrik sering padam, sejumlah alat elektronik warga rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi, Warga Komplek Perumahan Mawaddah I tuntut ganti rugi ke pihak PLN Cabang Langsa  setempat, Jum'at (20/12).
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komplek Perumahan Mawaddah I, Eddy Khalil, S.Pd, mengungkapkan, setiap hari empat kali mati dengan alasan yang tidak jelas, dalam durasi kematian 10 detik kemudian hidup kembali.

Akibatnya, warga komplek yang terdiri dari 40 kepala keluarga mengalami kerugian rusaknya alat elektronik seperti kulkas, televisi, komputer, AC, mesin cuci hingga bola lampu yang baru di pasang putus dan alat elektronik lainnya akibat listrik sering hidup mati.

"Hari ini (20/11) kita akan layangkan surat protes ke PLN Cabang Langsa, dan akan minta pertanggung jawaban pihak PLN," tegas Eddy.

Sebelumnya, ada tiga warga komplek yang melaporkan ke pos pengaduan gangguan layanan di PLN Langsa, namun menurut warga petugas tidak melayani dengan baik bahkah seperti tak acuh terhadap pengaduan yang di sampaikan warga.

"Kalau setelah kita layangkan surat ini tidak di respon oleh pihak PLN Langsa dalam kurun waktu 3x24 Jam, maka seluruh warga akan gelar aksi di depan kantor PLN dengan membawa seluruh alat elektronik yang rusak," tutur ketua Komplek.

Lanjutnya, kita sudah sangat kesal dengan perlakuan PLN terhadap pelanggan, padahal kita terus bayar tagihan.

"Semua bukti kerugian materi dan kerugian lainya sudah terkumpul, kalau aksi ini pun tidak di respon maka kami siap tempuh jalur hukum untuk melaporkan buruknya kinerji PT PLN Cabang Langsa," tutup Eddy Khalil yang juga aktivis 98.

Sementara itu Kepala Lapangan PLN Cabang Langsa Akbar ditanya TamiangNews.com melalui pesan WhatsApp menyampaikan permohonan maaf atas ketidak nyamanan warga di Komplek Mawaddah, pihak PLN akan sesegera mungkin mengecek jaringan untuk diperbaiki. Terkait peralatan elektronik yang bermasalah kami harus lihat dulu, jawabnya.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.