TamiangNews.com | LANGSA -- Beberapa hari ini beredar berita di media-media online di Kota Langsa dan sekitarnya terkait pro kontra mengenai pemberitaan aktivitas peredaran judi togel didaerah ini, ada segelintir media yang menulis sangat mengapresiasi kinerja Polresta Langsa dalam memberantas permainan judi jenis togel, sementara banyak media yang memberitakan Polres tidak mampu memberantas beragam jenis judi online milik aseng terkesan hanya tebang pilih.
Hal ini jelas-jelas sangat membingungkan masyarakat, bahkan baru-baru ini disalah satu media kita membaca Sat Reskrim Polres Langsa sudah melakukan penangkapan puluhan orang pemain judi Togel, Jackpot selama 3 (tiga) bulan ini, tapi lucunya yang di tangkapi ini tidak ada nama-nama bandar togel yang sering diberitakan oleh banyak media atau yang sudah dilaporkan oleh masyarakat ke polres beberapa waktu yang lalu.
Mensikapi hal itu, Direktur Eksekutif  Lembaga Swadaya Masyarakat Gadjah Puteh (LSM GP), Sayed Zahirsyah Al Mahdaly, mendesak Polres Langsa, untuk memberantas judi online di wilayah Kota Langsa yang dianggap sudah sangat meresahkan masyarakat.
"Kita desak Kapolres Langsa beserta jajarannya, agar komit memberantas judi online di wilayah Kota Langsa, yang sudah sangat meresahkan masyarakat," tegasnya, kepada TamiangNews.com Selasa (3/12).
Menurut Waled sapaan akrab  Sayed Zahirsyah Al Mahdaly, maraknya praktek judi online ini bisa dilihat dari penangkapan terhadap pemainnya dan penjaga warung internet (Warnet) yang menjual ID sbobet ataupun penyedia, namun, dari penangkapan pelaku itu bukanlah memberikan efek jera, bahkan malah semakin leluasa seperti tidak ada hukum pasti di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kondisi ini diperparah lagi dengan bebasnya para bandar judi online yang sama sekali tidak tersentuh oleh hukum. 
"Yang ditangkap hanya perantara saja atau pekerjanya yang menjualkan ID sbobet dan pemain, sedangkan bandarnya belum ada satupun berhasil ditangkap oleh pihak penegak hukum,"ujarnya.
Karenanya, akibat semakin maraknya praktek judi online di kota Langsa, LSM GP menginisiasi agar perlu dibentuk sebuah satuan tugas (satgas) yang secara khusus bertugas memberantas judi online.
Apalagi, praktek judi online itu sudah semakin kronis merusak masyarakat hingga dibutuhkan perhatian dan penanganan khusus dalam menanganinya. Tidak hanya aparat penegak hukum, tapi seluruh pihak punya peran yang sama dan sangat penting dalam hal ini.
Untuk itu, dibutuhkan satgas khusus yang fokus dikendalikan oleh kepolisian. Selain itu, diduga selama ini bisnis haram judi online sangat massive dengan jaringan kuat yang dibeking pihak- pihak tertentu.
Ironis memang, setiap kali ada penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian hanya berhasil menangkap pekerjanya saja atau pemain judi online, sementara bandarnya sama sekali tidak ditangkap, bahkan, usai melakukan gebrakan setiap perggantian jabatan Kasat Reskrim dalam penangkapan judi online hanya sekali saja dan tidak ada lanjutan untuk memberantas hingga ke bandarnya, ada apa ini, tanya Waled.
"Kita heran saja, kenapa setiap melakukan penangkapan hanya sekali saja dan itu setiap ada pergantian jabatan Kasat Reskrim di lingkungan Polres Langsa dan yang ditangkap bukan bandarnya tapi pekerja yang berperan menjual ID sbobet dan pemainnya saja," katanya. 
Seperti ada sinyal khusus ketika hendak dilakukan penggerebekan maka semua warnet pengedar sbobet tau terbukti mereka menutup usahanya. Paling hanya dua hari lantas buka kembali.
Dia menambahkan, dampak dari praktek judi online yang marak ini di lingkungan masyarakat sangatlah besar pengaruhnya terutama bertambahnya tindakan kriminilitas, baik itu aksi pencurian rumah dan lainnya.
Diharapkan, kepada semua pihak dapat mendukung untuk memberantas judi online ini yang dinilai sudah sangat meresahkan sekali, dan pengaruhnya sangat besar terhadap ekonomi masyarakat yang kecanduaan online yang semakin beringas.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.