TamiangNews.com | ACEH TAMIANG -- Guru dituntut tidak hanya mampu meningkatkan kecerdasan intelektual siswa dan mentransfer ilmu, tetapi juga harus mampu menciptakan karakter baik bagi para siswanya. Untuk itu sebanyak 927 orang guru yang terdiri atas guru PAUD, TK, SD dan SLTP se Kabupaten Aceh Tamiang mengikuti Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan. 
Acara workshop akan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 17 s/d 19 Desember 2019. Bertempat di Aula Batalion Raider 111 KB. 

Perwakilan dari Yayasan Adi Luhung, Hilal mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan seperti ini sudah dilaksanakan di beberapa kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

"Kami sudah bekerjasama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Se Indonesia (APKASI) untuk melaksanakan kegiatan ini, dan sudah mendatangi hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia," katanya kepada wartawan disela sela kegiatan itu. Kamis (19/12) 

Ada tiga materi pokok utama yang diberikan dalam kegiatan itu, yakni peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Guru, peningkatan mutu pelajaran dan peningkatan iman dan taqwa.

"Kami biasa menamakannya dengan smart teaching", ujarnya 

Ketua Panitia workshop Drs Aiyub menyampaikan harapannya kepada semua guru yang sudah sertifikasi agar selalu menyisihkan dana sertifikasinya untuk kegiatan peningkatan pembelajaran dan peningkatan mutu dalam mengajar, dengan cara mengikuti diklat dan seminar pendidkan, karena sistem mengajar perlu selalu dikembangkan dan disesuaikan menurut kemauan zaman. 
Kepada Pemerintah Daerah dimohonkan untuk dapat  menyediakan anggaran 20% untuk pendidikan agar terpokus juga pada peningkatan kompetensi guru secara maksimal. 

Bila terjadi devisit, Pemerintah daerah agar tidak memangkas anggaran pendidikan ditengah jalan, sehingga rencana kegiatan guru dan siswa menjadi terhambat.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang Zulkarnain Putra, menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti adalah para guru PAUD, SD, TK, SLTP se Kabupaten Aceh Tamiang yang mewakili sekolah masing-masing.

"Untuk di provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Tamiang merupakan yang pertama kali melaksanakan kegiatan ini. Artinya Aceh Tamiang sebagai pilot project untuk Aceh", katanya 

Kegiatannya, sambungnya, dilaksanakan secara bergantian, di mana untuk hari pertama diikuti oleh Guru PAUD dan TK sebanyak 297 orang, sedangkan hari kedua guru SD sebanyak 323 orang, dan ketiga oleh para Guru SLTP sebanyak 307 orang. 

"Untuk pelaksanaan acaranya sendiri diserahkan sepenuhnya kepada MKKS Kabupaten Aceh Tamiang", terangnya.

Zulkarnain menilai, sekarang ini peningkatan mutu pendidik sudah menjadi suatu keharusan dan jangan sampai tenaga pendidik tidak bisa mengikuti perkembangan zaman.

"Pendidikan itu sifatnya dinamis, sehingga akan selalu berubah dari masa ke masa. Sebagai tenaga pendidik kita tidak bisa berdiam diri, sehingga harus mampu meningkatkan mutu dan kompetensi diri untuk bisa memberikan yang terbaik kepada anak didik," katanya.

Menurut dia, para guru dituntut tidak hanya mampu meningkatkan kecerdasan intelektual siswa dan mentransfer ilmu, tetapi juga harus mampu menciptakan karakter baik bagi para siswanya.

"kita semua berharap dengan adanya kegiatan ini, peserta bisa menyerap apa yang diberikan oleh nara sumber, sehingga dapat diterapkan di sekolah masing-masing nantinya", imbuhnya.[]TN-W016

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.