TamiangNews.com, RANTAU | 
Wakil Bupati Aceh Tamiang HT Insyafuddin, ST menghadiri acara Launching Bank Sampah Induk Kabupaten Aceh Tamiang di TPA Desa Kampung Durian Kecamatan Rantau, Selasa (5/11).
Penetapan Pengurus Bank Sampah Induk Kabupaten Aceh Tamiang ini sesuai surat keputusan Bupati Aceh Tamiang Nomor 367 Tahun 2019 tentang Penetapan Pengurus Bank Sampah Induk Kabupaten ini.

Kegiatan ini di hadiri oleh calon pengurus Bank Sampah, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, SH, Kepala Pengadaian, Camat Kecamatan Rantau Zainuddin, Danramil sejumlah Kepala SKPK, Para Datok Pemghulu, Kepala Dusun, beserta perangkat Desa dan staf di Desa Kampung Duren

Ketua Panitia Pelaksana Syahrial Indra Setiawan mengatakan manajemen pengelolaan bank sampah yang kita terapkan dengan sistem perbankan yang nantinya akan akan kita bentuk di setiap desa, bank sampah sendiri kita mencoba bersama-sama dengan masyarakat untuk sadar terhadap lingkungan terutama terhadap isu permasalahan sampah pada hari ini yang bersifat Nasional jadi tujuan dari bank sampah adalah mengayomi masyarakat untuk peduli terhadap sampah.

Terima  para tamu undangan yang hadir di kegiatan launching kepada semua pihak yang telah hadir terutama kepada Dinas Lingkungan Hidup yang telah men-support kegiatan Bank Sampah Induk Aceh Tamiang untuk hari ini dan kedepannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang Sayed Mahdi,SP, M.Si, MMA, dalam sambutannya menyampaikan kepada teman-teman panitia yang telah menyiapkan berbagai keperluan kegiatan launching. 
Berbicara tentang sampah mungkin takkan pernah ada habisnya sama seperti apabila kita membahas tentang masalah lingkungan lainnya, kalau dulunya mungkin masalah lingkungan yang paling hangat dibicarakan mengenai hutan pencemaran air udara dan lain, sampah sendiri tidak menarik untuk dibicarakan namun belakangan masalah persampahan  hangat dibicarakan baik secara nasional maupun internasional.

Ada kenaikan yang signifikan terhadap timbulan sampah, 
ada banyak faktor yang menyebabkan timbulnya sampah plastik ini naik dengan sangat signifikan diantaranya adalah gaya hidup atau pola hidup kemajuan teknologi dan peningkatan jumlah penduduk atas 300.000, kalau kita estimasi setiap warga setiap masyarakat Aceh Tamiang itu akan menghasilkan sampah paling kecil sekitar 0,4 kg per harinya jika dikali
300.000 orang maka akan menghasilkan sampah yang itu sekitar 120.000 kg per harinya.

Di TPA ini sendiri perharinya hanya mampu menampung antara 30 sampai 35 ton berarti ada sekitar 80 sampai 90 tahun lagi sampah ditengah masyarakat, jadi tanpa ada perlakuan sama sekali mungkin banyak sampah-sampah berada di paret-paret bahkan di sungai-sungai dan ini sangat kita sayangkan.

Menurut data kata Sayed Indonesia merupakan penghasil sampah plastik kedua terbesar setelah Cina, di Indonesia itu menggunakan sekitar 10 miliar lembar plastik per tahunnya atau kalau kita hitung itu per harinya itu sekitar 100 juta lembar

Di Indonesia itu mencapai 90 juta batang, kalau kita merujuk ke data jumlah penduduk sekitar 75.000 batang sedotan plastik per hari ini juga suatu saat akan berada pada posisi yang sangat mengkhawatirkan.

Untuk itu diharapkan kepada Bank Sampah Induk akan dilaunching pada hari ini kedepan segera menyusun program kerja untuk tahun 2020, kemudian kami juga mengharapkan agar bersama-sama dapat lebih aktif dalam hal pembentukan Bank Sampah Unit di seluruh Kecamatan yang ada dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dengan bekerja sama dengan berbagai organisasi lembaga sekolah-sekolah perusahaan dan juga kantor-kantor.

Bank sampah ini dibentuk untuk mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah, dan dikelola menjadi sebuah barang yang berguna dan bermanfaat, misalnya seperti kerajinan tangan.

Sementara itu Wakil Bupati Aceh Tamiang dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus Bank sampah yang baru saja dilantik untuk melakukan kinerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

“Saya beri apresiasi terhadap organisasi ini. Karena kami melihat, kepengurusan tersebut diikuti oleh para pemuda. Otomatis kita dapat menyimpulkan dengan adanya organisasi ini, dapat mencegah generasi muda dari pengaruh negatif masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wabup Aceh Tamiang itu juga berharap dengan adanya Bank Sampah ini, mampu menangani pengolahan sampah yang ada di Kabupaten ini.

“Agar kita dapat menyadarkan masyarakat akan lingkungan sehat, rapi dan bersih, serta mengajarkan masyarakat bahwa sampah juga merupakan solusi untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.