TamiangNews.com, SPORT -- Setelah memastikan diri lolos ke Liga 1 musim depan, skuat Persiraja kembali ke Banda Aceh, Kamis (28/11/2019) sore. Kepulangan Laskar Rencong--julukan Persiraja--via Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, itu disambut dengan penuh euforia oleh ratusan pendukungnya dan masyarakat.

Foto : Serambi
Dari bandara, pemain bersama tim pelatih dan ofisial termasuk Presiden Persiraja, H Nazaruddin Dekgam, diarak dengan mobil trado dan kemudian di-peusijuk (ditepungtawari-red) di markas mereka, Stadion H Dimurthala, Lampineung, tadi malam. Tak hanya itu, pasukan besutan Hendri Susilo, ini langsung kecipratan bonus Rp 350 juta dari manajemen dan Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman.

Presiden Persiraja, Nazaruddin Dekgam mengatakan, sesuai janjinya sebelum melakoni babak delapan besar, jika lolos ke Liga 1 pemain akan diberikan bonus Rp 300 juta dan jika juara akan mendapatkan Rp 500 juta. Namun, karena Persiraja meraih juara tiga, menurut Dekgam, tim langsung diberi bonus Rp 300 juta.

Bonus itu, sebut Dekgam, berasal dari dirinya Rp 200 juta dan dari Dewan Pembina, Aminullah Usman, Rp 100 juta. Namun, seusai peusijuk pemain tadi malam, Aminullah mengumumkan bahwa dirinya menambah bonus Rp 50 juta. Sehingga total bonus yang diterima oleh pemain Persiraja adalah Rp 350 juta.

Wali Kota juga memberikan bonus kepada fans setia Persiraja, SKULL, sebesar Rp 10 juta. Ia meminta suporter supaya terus memberikan dukungan kepada pemain Lantak Laju--julukan lain Persiraja. "Bonus dari manajemen kita siapkan Rp 300 juta. Nanti, kalau ada bonus dari Gubernur, akan kita kasih lagi ke pemain,” janji Dekgam.

Menurutnya, pemain Persiraja juga akan dijamu oleh Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT. Sehingga, kemungkinan juga akan ada bonus dari Gubernur, karena pemain Persiraja sudah mampu mengangkat marwah sepak bola Aceh di level nasional. Dekgam menambahkan, bonus itu sebagai bentuk apresiasi dan menambah motivasi pemain agar ke depan bisa tampil lebih baik.

Sedangkan uang hadiah juara tiga Liga 2 sebesar Rp 500 juta, sebut Dekgam, akan digunakan manajemen untuk persiapan tim menghadapi Liga 1 musim depan. Sebab, sambungnya, Persiraja akan segera berbenah. Menurutnya, hampir 80 persen pemain lama akan dipertahankan untuk didaftarkan ke Liga 1, termasuk pelatih Hendri Susilo.

Untuk Liga 1, tambah Dekgam, memang tidak semua pemain bisa dibawa, karena nanti juga akan diisi dengan pemain asing. Persiraja ingin memantau sejumlah pemain asing yang belum pernah berkiprah di Indonesia, seperti di Liga Malaysia dan Thailand. Selain itu, sekarang ada sejumlah pemain Aceh yang merumput di klub Liga 1. Misalnya, Ismed Sofyan, Fitra Ridwan, Zulfiandi, Miftahul Hamdi, TM Ichsan, Miswar Syahputra, Andri Muliadi, dan Nazarul Fahmi. Manajemen Persiraja akan menggelar rapat mengenai rencana pemanggilan anak Aceh untuk  pulang dan memperkuat Persiraja.

Untuk diketahui, pemain Persiraja kemarin mendarat di Bandara SIM sekitar pukul 17.30 WIB. Jadwal itu delay satu jam dari yang ditargetkan, sehingga rencana konvoi keliling Kota Banda Aceh pun gagal dilaksanakan. Dengan menggunakan truk trailer, pemain langsung diarak menuju Stadion H Dimurthala, untuk dipeusijuk serta menikmati makan malam dengan menu utama kuah belangong yang disediakan oleh manajemn. Beberapa pemain seperti Zamrony, Andri Abubakar, dan Irvan Yunus Mofu, tidak kembali ek Banda Aceh. Mereka langsung pulang ke kampungnya di Ternate dan Papua.

Presiden Persiraja, H Nazaruddin Dekgam, juga mengatakan, untuk mengarungi Liga 1 musim depan, pihaknya akan menggunakan Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, sebagai markasnya. Sebab, menurut Dekgam, markas mereka selama ini yakni Stadion H Dimurthala, Lampineung, masih belum layak untuk menggelar Liga 1.

Meskipun begitu, katanya, Stadion Harapan Bangsa masih membutuhkan beberapa perbaikan, seperti kualitas rumput yang harus ditingkatkan. Karena itu, Dekgam berharap ada perhatian Gubernur untuk perbaikan fasilitas Stadion Harapan Bangsa. Sehingga layak menjadi markas Lantak Laju menghadapi Liga 1 tahun depan.

Ia juga berharap dukungan masyarakat Aceh pada Liga 1 nanti mendatang dengan hadir ke stadion dan membeli tiket. Sehingga, Persiraja bisa bertahan di Liga 1 dan dapat bersaing di papan atas. Untuk dapat bersaing di papan atas, Dekgam memperkirakan dalam semusim membutuhkan dana minimal Rp 40 miliar. Namun, jika hanya ingin tampil sebagai pelengkap dan siap menjadi penghuni papan bawah dan bahkan terancan degadrasi, maka dananya cukup Rp 20 miliar saja.

Saat ini, tambah Dekgam, dirinya sudah membangun komunikasi untuk mencari sponsor dari sejumlah perusahaan daerah maupun perusahaan swasta yang selama ini beroperasi di Aceh. Ia berharap, perusahaan itu ikut memberikan dukungan kepada Persiraja dengan cara menjadi sponsor. [] SERAMBI

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.