TamiangNews.com, BANGKOK -- Pemberontak separatis menewaskan 15 orang dan melukai empat relawan keamanan desa di pos pemeriksaan di wilayah selatan Thailand yang mayoritas Muslim.

Foto : Sindonews
Para pelaku penyerangan di provinsi Yala selatan itu juga menggunakan bahan peledak dan menebar paku di jalanan untuk menunda pengejaran oleh aparat pada Selasa (5/11). Otoritas menyebut aksi ini menjadi serangan bersenjata terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

"Ini tampaknya pekerjaan para pemberontak. Ini salah satu serangan terbesar dalam beberapa waktu terakhir," kata juru bicara keamanan regional Kolonel Pramote Prom-in pada Reuters.

Pemberontakan di wilayah provinsi Yala, Pattani, dan Narathiwat telah menewaskan hampir 7.000 orang sejak 2004 menurut Deep South Watch yang memantau kekerasan di sana.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Aksi penyerangan sering terjadi di wilayah selatan Thailand.

Yala, Pattani dan Narathiwat merupakan bagian dari kesultanan Melayu Muslim yang independen sebelum Thailand mencaploknya pada 1909.

Beberapa kelompok pemberontak di selatan menyatakan perjuangan mereka untuk mendirikan negara merdeka. [] SINDONEWS

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.