TamiangNews.com |  KUALASIMPANG -- Jasa para pejuang yang melawan penjajahan  di Indonesia patut diapresiasikan dan diperhatikan, karena tanpa jasa mereka, tidak mungkin negara Indonesia ini merdeka.
Presiden Republik Indonesia, pada saat hari raya kemerdekaan pada setiap 17 Agustus, sering mengamanatkan tentang mengenang jasa pahlawan dan menjesahterakan kehidupan mereka.

Mirisnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terkesan luput alias tutup mata terhadap para veteran yang bergabung di DPC LVRI (Lembaga Veteran Republik Indonesia) Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam kegiatan silaturrahmi LVRI dengan  Forkompimda Kabupate  Aceh Tamiang, Selasa (19/11) di Gedung Veteran Kota Kualasimpang, Ketua DPD LVRI Aceh Kol Purn H.Jafar Karim, mengatakan, terbentuknya LVRI adalah untuk menjalin hubungan Silaturahmi yg baik sesama LVRI.

"Sangat disayangkan, Pemda Aceh Tamiang sampai saat ini tidak memberikan ruang perhatiannya kepada para veteran,"Ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon SH kepada awak media mengatakan, pada prinsipnya Lembaga Legislatif Kabupaten Aceh Tamiang mendukung penuh program-program yang diusul oleh DPC LVRI tapi terlebih dahulu program tersebut harus diusul ke Eksekutif.

"Sudah sepantasnya dan seharusnya, semua pihak harus memperhatikan veteran-veteran yang ada diIndonesia khususnya Aceh Tamiang, karena tanpa mereka belum tentu Indonesia ini merdeka," terangnya. Sembri menambahkan, pihaknya telah menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Asissten II Abdulllah untuk memasukkan usualan program dari DPC LVRI melalui APBK.

"Kita sudah meminta kepada DPD LVRI Aceh untuk menyiapkan proposal agar dapat dibahas dalam anggaran APBK pada 2020," kata Wakil Ketua DPRK, Fadlon.(TNW-015)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.