TamiangNews.com, MAKASSAR -- Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menginginkan Mahasiswa Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) bertani secara modern, mandiri dengan gunakan teknologi era 4.0. Hal ini disampaikannya pada kuliah umum Mentan di Aula Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Makasar.

Foto : Republika
"Mereka harus bekerja dengan teknologi agar makin efektif, makin efesien makin berkualitas bahkan dia tidak perlu kan terjun ke sawah secara langsung karna mereka sudah bisa main dengan IT program dimana itu bisa menjalankan usahanya artinya bertani cerdas itu tidak menyita waktu juga," ucap Mentan, Selasa (26/11).

Mentan mengungkapkan jika kemajuan teknologi saat ini sudah ada digenggaman. Teknologi, kata dia, harus dipergunakan karna hasil teknologi kini sudah melampaui ekspektasi daya pikir yang tidak bisa dijangkau oleh manusia.

"Misalnya di kabupaten Sidrap kecamatan Pitu Riase saya akan tahu bagaimana saat itu pertanian disana dengan teknologi artificial intelligence (AI) dan citra satelit, dengan internet of thinking untuk melihat bagaimana ramalan cuaca dan situasi suatu kawasan," ungkap Syahrul.

Syahrul yakin kedepannya akan banyak generasi muda yang tertarik ke dunia pertanian. Dengan teknologi, pertanian sudah berubah tidak seperti yang dulu lagi yang jorok, berlumpur dan perlu waktu lama untuk pengerjaannya saat ini sudah ada alat alat canggih.

"Era dulu bertani pake cangkul dengan segala output yang ada, selanjutnya beralih ke sapi untuk membajak sawah, lalu muncul handtraktor. Besok kau pake drone, duduk dipinggir sawah," ucap dia.

Menanggapi kedatangan Mentan dalam memberi kuliah umum di Unhas Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas),Dwia Aries Tina Pulubuhu, turut menyampaikan bahwa universitas Hasanuddin akan siap mendukung program-program Kementerian Pertanian. "Pokoknya kalau pak Menteri kasih tugas untuk kami kerjakan tinggal pesan saja, kita siap. Yang memutuskan beliau,"ucapnya.

Menurutnya sektor pertanian itu sangat strategis untuk bangsa ini, untuk bisa membuat dan mencapai kedaulatan pangan dan pihaknya percaya Mentan bukan orang pertanian tetapi ahli pada pertanian tapi ahli secara akademik dalam pertanian. [] REPUBLIKA

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.