TamiangNews.com | KARANG BARU --  Limbah medis alat-alat kesehatan yang tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3) berserakan di tempat pembuangan sementara (TPS) Kampung Kesehatan, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jum'at (8/11).
Limbah ini memenuhi sekitar 20 meter persegi TPS yang berada di pinggir jalan umum dan pinggir sungai.

Awak media mengetahui hal itu langsung mendatangi lokasi tersebut. Mereka tidak hanya menemukan sampah rumah tangga, tetapi limbah medis yang berserakan ditempat itu menimbulkan bau yang sangat busuk.

Sampah medis itu diantaranya, jarum suntik, kain kasa, selang infus, sarung tangan medis, kotak obat, dan sampah lainnya. 

Padahal peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan nomor 56 tahun 2015 tentang tata cara dan persyaratan teknis pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dilarang untuk dibuang sembarangan tempat. 
Begitupun dengan undang undang no 32 tahun 2009 pasal 103 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup juga telah diatur bahwa setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun dan denda paling sedikit 1 miliar dan paling banyak 3 miliar.

Salah seorang warga yang sedang menjemput anaknya, Abdul Karim (43) kepada TamiangNews.com mengatakan, sudah beberapa hari ini sampah terlihat menumpuk diluar pagar rumah sakit, dan sampah yang bertumpuk itu menimbulkan bau yang tidak sedap. 

"Ini sangat berbahaya kalau terus dibiarkan seperti itu. Apalagi anak anak sekolah SD setempat sering bermain disana, sebab tidak jauh dari sekolah mereka", Kata Karim. Jum'at (08/11). 

Untuk itu, dia berharap kepada pihak rumah sakit setempat agar segera mengambil sikap, dan sampah medis jangan lagi dibuang luar pagar yang dapat membahayakan warga sekitar. 
Sementara itu, direktur RSUD Aceh Tamiang, dr T Dedi Syah ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya akan segera menindak lanjuti, jawabnya ringan. 

"saat ini viar yang biasa untuk menganggkut sampah saat ini sedang rusak. Membuat sampah sedikit terlambat untuk diangkut", katanya 

Terkait limbah medis, kata dia nanti akan di sortIr antara limbah medis dan non medis. 

"kami juga sudah ada kerja sama dengan mofit. Biasa pihak mereka yang mengangkut", katanya lagi 

Akan tetapi, sambung dia, karena yang mengontrak mofit seluruh Aceh dan bukan hanya RSUD Aceh Tamiang maka dari itu terlambat. 

Selanjutnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sayed Mahdi ketika dikonfirmasi tidak banyak memberikan keterangan terkait hal itu. 

"Pastinya mereka sudah paham dan mengertilah terkait aturan-aturan itu dan apa sangsi apa yang harus diterima jika melanggar", katanya 

Jadi, kata dia, untuk lebih lanjut tentang pidananya dirinya menyarankan agar menanyakan kepihak kepolisian. "karena kami di LH tidak ada penyidik", ujarnya.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.