TamiangNews.com | LANGSA -- Proyek Pembangunan Lapangan Badminton Dusun Kenanga Gampong Seulalah  Baru Kecamatan Langsa Timur Pemerintah Kota Langsa, sebesar Rp.52.566.000, yang menggunakan Dana Desa Tahun anggaran 2019,  disinyalir melakukan penyimpangan. Pasalnya biaya yang dialokasikan tersebut tidak sesuai dengan fisik bangunan. 
Diduga pengerjaan tersebut langsung dilaksanakan oleh tuha peut setempat, sehingga fungsi pengawasan dari kegiatan itu tidak ada sehingga mutu dan kwalitas lapangan badminton itu patut dipertanyakan, Kamis (6/11).

Hal itu dikatakan oleh warga setempat yang tidak bersedia ditulis namanya mengungkapkan bahwa pembangunan Lapangan Badminton tersebut tidak mengunakan Besi Wayermess (besi tikar) apa lagi pada saat mengecor tidak rata atau bergelombang, plang proyeknya juga di sembunyikan, sebut sumber.

Sementara itu Irwan, Sp. Sekretaris, Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Strategi Nasional Pers Informasi Negara ( LTKPSN PIN RI) Kota Langsa menyesalkan jika benar pembangunan Lapangan badminton sebesar Rp.52.566.000, langsung dikerjakan oleh Tuha Peut Desa Seulalah.
Apalagi kalau tidak mengunakan Besi, itukan sudah menyalahi aturan karena dikhawatirkan tidak bertahan lama dan akan bergelombang permukaannya.

" Seharusnya Tuha Peut sebagai pengawas bukan sebagai pekerja dan apakah itu wajar kalau Tuha Peut yang mengerjakan langsung proyek tersebut" sebut Wan Sarno.

Di harapkannya, agar para penegak hukum dapat merespon masalah ini agar kedepan tidak ada lagi Tuha Peut (pengawas) yang bekerja, masih banyak masyarakat yang mampu bekerja untuk pembangunan Desa. 

Geuchik Gampong Seulalah Baru Zainal Arifin yang konfirmasi TamiangNews. com mengatakan kegiatan itu banyak item pekerjaannya tidak hanya mengecor lapangan, tapi juga ada tempat parkir.

Jika dikatakan tidak ada menggunakan besi Wayermess (besi tikar) itu belum ada laporan kepada kami, nanti akan saya tanya kepada Tuha Peut, jawabnya melalui telepon selularnya.[]TN-W00

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.