TamiangNews.com, JAKARTA -- Penyidik KPK memanggil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Pemprov Jawa Barat (Jabar), Bambang Riyanto, terkait kasus dugaan suap proyek Meikarta. Bambang rencananya dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Sekda Jabar, Iwa Karniwa.

Foto : Ilustrasi
"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka IWK (Iwa Karniwa)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (6/11/2019).

Iwa bersama mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto, merupakan dua tersangka baru yang ditetapkan KPK dalam kasus dugaan suap terkait proyek Meikarta. Iwa dan Toto ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK mengembangkan kasus yang sebelumnya menyeret Bupati Bekasi Neneng Nurhasanah dan sejumlah pejabat Lippo ini.

Iwa diduga menerima suap Rp 900 juta. Uang itu diduga terkait dengan pengurusan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi.

Sementara Toto dijadikan tersangka karena diduga memberi suap kepada tersangka Neneng. Toto diduga merestui pemberian uang Rp 10,5 miliar kepada Neneng untuk memuluskan perizinan Meikarta.

Sebelumnya, mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan juga diperiksa oleh penyidik KPK. Dia mengaku tak tahu detil soal megaproyek tersebut.

"Saya tentu kalau rencana ada penyesuaian, saya tahu. Kalau detail prosesnya, saya tidak tahu," ucap Aher setelah menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (4/10).

Aher mengatakan proyek Meikarta awalnya seluas 84,6 hektare. Luasan itu disebut Aher sudah beres segala urusan perizinannya.

"Jadi bagaimana RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) itu dibahas di DPRD Kabupaten Bekasi, setelah dibahas disetujui bersama bupati, dikirim ke provinsi, ada proses lebih lanjut sampai proses akhirnya ada persetujuan substansi dari gubernur," kata Aher setelah diperiksa KPK saat itu. [] DETIK

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.