TamiangNews.comRANTAU |
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang Sayed Mahdi, SP, M.si, MM dalam Launching Pembukaan Bank Sampah Aceh Tamiang yang digelar di lokasi Tempat Pembuangan Akhir Selasa (05/11) Mengajak masyarakat mengelola sampah menjadi Ekonomis melalui program Penyimpanan Sampah yang dikelola oleh para penggiat sampah.
Kegiatan yang dihadiri wakil Bupati Aceh Tamiang, Wakil Ketua DPRK, segenap Forkompinda serta Masyarakat ini berlangsung dengan Khidmad ditambah lagi kegiatan yang dianggap sangat penting dalam kehidupan masyarakat ini mendapat Apresiasi penuh dan dinilai sangat mendukung program pemerintah dalam menciptakan daerah yang Bersih dan sehat.

Menurut data yang diperoleh Kepala Dinas Lingkungan  Hidup Atam Sayed Mahdi, SP, M.Si, MMA yang mengacu dari data nasional Tahun 2018 mengenai jumlah penduduk Aceh Tamiang  sebanyak 300 jiwa dan setiap jiwa menghasilkan 0,4 Kg sampah perharinya, hingga Dinas Lingkungan Hidup dapat menilai ada 120 ton sampah di Kabupaten Muda Sedia ini.

"Yang masuk ke TPA itu hanya 40 ton perharinya, jadi masih ada 80 ton sampah yang masih ada di wilayah tamiang yang belum di eksekusi , apa itu di sungai, didesa maupun ditempat lainya, dan itu masih fokus di penyapuan, Angkat, Angkut dan buang, Kita bertekad pada 2020 akan terlaksananya  pengolahan serta pengelolaan sampah melalui Bank sampah, jadi tidak hanya angkat angkut dan buang, kita berharap Bank sampah bisa bekerja sama dengan kita untuk mengelola sampah yang ada di Tamiang", ungkap Kadis.

Sementara itu Direktur Bank Sampah, Syarial Indra Jaya saat diwawancarai mengatakan, Harapannya yaitu mari bersama - sama merubah pola pikir tentang sampah yang biasanya sampah tidak bernilai dan sekarang bisa dikelola hingga bernilai ekonomis. 

"Intinya Lounching bank sampah ini guna mengingatkan kepada masyarakat tentang sadar pengelolaan sampah  melalui Bank sampah. Dengan artinya, biasanya sampah dibuang dan kini dengan adanya Bank sampah maka sampah itu akan bernilai ekonomis dan bernilai", imbuh sang Direktur.

Menurut data Nasional juga didapatkan bahwa Indonesia adalah penghasil sampah Plastik terbanyak Nomor 2 di dunia setelah cina, untuk penggunaan pipa sedotan plastik saja di Indonesia mencapai 120 juta batang perhari sesankan untuk Tamiang diperkirakan berjumlah 75 ribu batang sedotan plastik perharinya.

Jadi tak elak bahwa sampah Plastik adalah hal yang menarik untuk ditanggapi, dan menjadi pembahasan yang sangat menarik di mata dunia, hingga pada tahun 2017 lalu PBB sendiri menghimbau ke dunia bahwa masalah Pencemaran sampah secara umum dan limbah plastik secara khusus tetap menjadi ancaman besar bagi semua warga dunia.[]TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.