TamiangNews.com, SERUWAY |  Warga Kecamatan Seruway mulai resah, pasalnya sejak dua bulan belakangan ini jembatan yang berada di dusun Tanjung Parit Kampung Sungai Kuruk II yang menghubungkan Empat desa di jalur lintasan utama menuju Kampung Sungai Kuruk I, Sungai Kuruk II, Kampung Lubuk Damar dan Kampung Air Masin dan belum mendapat penanganan yang serius dari Pemerintah di PUPR Aceh Tamiang.Senin (4/11).
Padahal untuk perbaikan jembatan jebol tersebut Datok Penghulu telah melayangkan surat kepada Bupati Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu lalu. Bahkan isi surat tersebut telah ditembuskan ke Ketua DPRK.
Kerusakan jembatan yang merupakan akses utama untuk menuju empat desa itu mengalami kerusakan yang sangat parah, kondisi jembatan jebol, bahkan pada lantai jembatan sudah berlubang akibat gelagar bagian bawah jembatan mengalami pelapukan akibat air asin hingga mengancam keselamatan warga yang melintas. 
Kondisi inilah kemudian memicu Datok Penghulu Kampung Sungai Kuruk II melayangkan surat kepada Bupati Kabupaten Aceh Tamiang agar secara total dilakukan perbaikan pada jembatan itu.
Salah seorang warga Desa Saniman (40), warga Lubuk Damar mengakui kondisi jembatan didesanya yang mengalami kerusakan dan mengancam keselamat para warga yang melintas diatas jembatan itu.
Saniman ketika dikonfirmasi TamiangNews.com mengatakan. “jebatan itu dibangun dua tahun lalu, dimana Gelagar jembatan tersebut berbahan besi kebetulan air dibawanya asin akibatnya menjadi kropos dan patah, demikian juga dengan lantai jembatan itu ikut rusak, sekarang kondisinya berlubang masyarakat itu prihatin termasuk anak-anak sekolah kerap melewati jbatan itu takutnya tercebur disana saat lewat, kalau ini sampai jebol sangat sulit masyarakat, sekarangpun agak sulit dilalui kendaraan besar,” ujar Saniman.
Sementara Datok Penghulu Sungai Kuruk II Ramadani ketika dikonfirmasi Senin (4/11) juga mengungkapkan hal yang sama dimana telah melayangkan surat ke Bupati Aceh Tamiang, dia merasa khawatir dengan kondisi jembatan yang memiliki berlubang semakin lebar sehingga memerlukan perbaikan secara cepat.
“Kita telah melakukan koordinasi dan sepakat melaporkan kondisi jembatan ini, karena lubang diatas jembatan itu semakin lama semakin melebar, takutnya jembatan itu jebol memperlambat m akses dan perekonomian di kedua desa,” tegas Ramadani.[]TN-W-007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.