TamiangNews.com, SIGLI --Pembuangan sampah liar yang dijadikan warga sangat menggangu. Selain tebarkan bau busuk, sampah rumah tangga itu sangat membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Foto : Serambi
Warga belum sadar untuk mengelola sampah secara baik, agar lingkungan menjadi sehat.

Yang paling sedih adanya warga yang sengaja membuang sampah ke sungai dan laut. Akibatnya sungai dan laut tercemar dengan campuran sampah.

"Saya akan bekerja keras mengelola sampah secara baik di Pidie. Dukungan masyarakat, SKPK, camat, keuchik, komunitas peduli sampah dan media, guna membantu menciptakan Pidie bebas sampah," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pidie, Safrizal SSTP MEc Dev kepada Serambinews.com, Sabtu (9/11/2019).

Ia menyebutkan, penanganan sampah harus dikurangi 30 persen sehinggs menjadi 70 persen. Hal itu sesuai dengan Perpres Nomor 79 tahun 2017 tentang kebijakan dan Strategi Nasional terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dan lainnya.

Juga Perbup Pidie Nomor 34 tahun 2019 tentang kebijakan dan srategi nasional harus dilakukan Pemkab sejak tahun 2018 hingga 2025.

Kata Safrizal, sampah setiap hari semakin bertambah. Untuk satu tahun sampah terkumpul sekitar 29.252 meter kubik dan per bulan 2,4 ribu meter kubik.

Sampah tersebut ditampung di TPA Cot Padang Nila, Kecamatan Padang T
"Sampah tersebut dipilah lebih dahulu sebelum ditimbun dengan tanah di TPA di Padang Tiji," jelasnya.

Ia menambahkan, strategi dalam upaya menciptakan Pidie bebas sampah, yakni dengan meminta kerjasama dengan seluruh warga Pidie.

"Sebab, jika DLH Pidie sendiri melakukannya tidak akan membuahkan hasil," jelasnya.

Menurutnya, sarana seperti truk sampah minim dan uzur yang menjadi kendala mengangkut sampah. Sarana itu akan ditambah setiap tahun sesuai kemampuan daerah.

Tak hanya itu, kata manta Kabag Humas Setdakab Pidie, petugas sampah juga akan ditambah, agar distribusi sampah lebih maksimal. [] SERAMBI



Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.