TamiangNews.com, ACEH TAMIANG Sempat heboh dan viral di Medsos video hiburan keyboard berdurasi 01.23 detik acara hiburan HUT Darma Karyadhika Kemenkumham ke-74 di LP Kelas IIB Kualasimpang  pada 31 Oktober 2019 kemarin akhirnya Kepala Lapas Kelas II B Kualasimpang Davy Bartian, Bc.IP. S.Sos, buka suara, Jum'at (1/11).
Kepala Lapas Kelas II B Kualasimpang Davy Bartian, Bc.IP. S.Sos. MM didampingi beberapa stafnya kepada wartawan mengatakan, dia sama sekali tidak mengetahui terkait beredarnya video tersebut, jika kawan kawan wartawan memberitahukan kepadanya.

Benar memang ada acara pada 31 Oktober 2019, merupakan acara akhir perayaan HUT Hari Darma Karyadhika Kemenkumham ke-74, di Lapas, ungkap Davy.

"Kami mengadakan acara syukuran dan hiburan di LP klas IIB Kualasimpang".

Pada acara itu, beberapa kegiatan dilaksanakan berupa penyerahan hadiah bagi para peserta yang menang saat mengikuti berbagai  perlombaan dalam rangka menyambut Hari Darma Karyadhika dan disertai dengan hiburan organ tunggal, jelasnya.

Selama Oktober terhitung 1 hingga 30 Oktober 2019, beberapa rangkaian kegiatan yang digelar untuk menyambut hari ulang tahun Kemenkumham dengan berbagai pertandingan dan perlimbaan, ucapnya.

Diakuinya lagi di sini (LP) Klas IIB memang rutin mengadakan acara hiburan, biasanya setiap hari Sabtu, tapi terbatas hanya untuk kalangan warga binaan saja tidak tamu undangan, berbeda dengan acara kemarin, kami ada mengundang tamu dan penyanyi dari luar, ungkapnya lagi.

Terkait viralnya video tersebut hingga di unggah ke Facebook, pihaknya juga telah melakukan langkah-langkah untuk mencari siapa yang melakukan pengambilan video tersebut.

Dia pastikan, video itu bukan berasal dari rekaman handphone warga binaan ataupun petugas lapas, bisa jadi berasal dari rekaman HP para pengunjung / tamu saat menghadiri kegiatan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba, sebutnya.

Davy Bartian juga mengatakan, mengenai beredarnya berita keberadaan handphone didalam lapas, itu tidak benar dan pihaknya selalu melaksanakan razia didalam lapas, bahkan dalam sepekan mencapai 3 X dilakukan razia, baik handphone, sajam dan benda lainnya yang melanggar ketentuan, tuturnya lagi.

Kami sedang melacak siapa orangnya yang menyebar video itu, jika video itu berasal dari narapidana, pihaknya akan ambil tindakan, HP-nya akan disita dan di berikan sanksi berupa tidak mendapatkan remisi dan sebagainya, kata Davy.

Begitu pula, bagi pengunjung yang masuk kedalam lapas kedapatan membawa hendphone, akan di berikan sangsi tegas, tidak boleh mengunjung keluarganya didalam lapas selama 1 bulan, tegasnya.

Kalapas juga mengucapkan terima kasih atas informasi yang telah disampaikan oleh rekan rekan media yang peduli dengan kondisi di Lapas, tutupnya.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.