TamiangNews.com, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, telah mencopot eselon 1 Kementerian BUMN yang terdiri dari seorang sekretaris dan enam orang deputi. Mereka akan dialihkan menjadi petinggi di perusahaan BUMN.

Erick Thohir telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian eselon I Kementerian BUMN.

Berikut profil singkat eselon 1 Kementerian BUMN yang akan menempati posisi baru di perusahaan pelat merah.

1. Imam Apriyanto


Imam Apriyanto merupakan mantan Sekretaris Kementerian BUMN. Dia akan menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PIHC (Pupuk Indonesia Holding Company).

Pria lulusan S-3 MSDM di Universitas Negeri Jakarta tersebut memang sudah berkiprah di BUMN cukup lama.

Ia pernah menjabat sebagai asisten Departemen Riset dan Informasi di Kementerian BUMN pada 2010-2012. Kemudian menjadi Kepala Biro Perencanaan dan SDM di Kementerian BUMN pada 2012-2013.

Pada 2013, Menteri BUMN Kala itu Rini Soemarno, menunjuknya sebagai sekretaris Kementerian BUMN.

2. Gatot Trihargo


Gatot Trihargo lahir di Yogyakarta. Sebelumnya dia menjabat sebagai deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN. Setelah dicopot dari jabatannya, ia ditempatkan sebagai wakil dirut Perum Bulog. Saat ini dia juga merupakan Komisaris di PT Pertamina.

Gatot memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara pada 1989, dan gelar Master di bidang Akuntansi dan Sistem Informasi Keuangan (MAFIS) dari Cleveland State University pada 1993.

3. Wahyu Kuncoro


Sebelumnya Wahyu Kuncoro menjabat sebagai deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi. Dia akan ditempatkan sebagai wakil dirut PT Pegadaian.

Wahyu lahir di Surakarta pada 31 Oktober 1969. Ia memperoleh gelar S1 dari Universitas Sebelas Maret pada 1993 dan gelar S2 jurusan Magister Management dari Universitas Gadjah Mada pada 2005.

4. Hambra Samal


Saat menjadi eselon satu di Kementerian BUMN, Hambra Samal menjabat sebagai deputi Infrastruktur Bidang Bisnis Kementerian BUMN. Selanjutnya Hambra akan menjadi wakil dirut PT Pelindo.

Pria kelahiran Ketapang, Maluku 10 Oktober 1968 ini, menjabat sebagai deputi Bidang Infrastruktur Bisnis sejak 9 Februari 2016.

Ia memperoleh gelar sarjana S1 Ilmu Hukum dari Universitas Pattimura Ambon, kemudian gelar S2 Magister Hukum Bisnis dari UGM.

Sejak Mei 2019 hingga saat ini, Hambra juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama Bank BNI.

5. Edwin Hidayat Abdullah


Edwin Hidayat Abdullah yang sebelumnya menjabat sebagai deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata ini, akan ditempatkan sebagai wakil dirut PT Angkasa Pura II (Persero).

Ia pernah menjadi Wakil Komisaris Utama Pertamina pada 2016. Sebelumnya, ia merupakan Direktur Business Development PT Global Perkasa Investindo pada 2010. Kemudian, Edwin pernah terdaftar sebagai anggota Audit Committee PT Golden Energy Mines dan juga sempat menjabat Komisaris PT Gas Resources Indonesia.

6. Fajar Harry Sampurno


Fajar Harry Sampurno sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media. Selanjutnya dia akan menjabat sebagai direktur utama PT Barata Indonesia.

Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama Perusahaan Gas Negara, namun pada 2018, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, ia tak lagi menjabat di PGN.

Fajar lahir di Blitar pada 18 April 1966. Ia memperoleh gelar S1 dari Universitas Brawijaya, lalu meraih gelar Master of Business Administration dari Monash University, dan meraih gelar Doctor of Philosophy dari University of Iowa, USA.

7. Aloysius Kiik Ro


Saat di Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro menduduki posisi deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN. Selanjutnya dia akan menempati posisi direktur utama PT Danareksa.

Aloysius Kiik Ro merupakan mantan direktur keuangan di Antam. Rini Soemarno melantiknya sebagai deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha pada 27 Juli 2015 lalu. [] IDN TIMES

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.