TamiangNews.com | KARANG BARU -- Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang saat ini sudah mendirikan 3 tenda sebagai tempat pengungsian sementara di 2 lokasi berbeda. 2 tenda didirikan di Kampung Sukajadi dan 1 tenda di Kampung Menanggini. Rabu, (13/11).
Informasi yang berhasil dikumpulkan dari BPBD setempat membenarkan telah mendirikan tenda darurat didua lokasi berbeda, hal itu dijelaskan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Syahri SP melalui Plt Kasubbag Program dan Pelaporan Derri Mahrizal SPd saat dikonfirmasi awak media via telephone selulernya di no hp 081221284xxx.

Derri membenarkan hal tersebut.
Menurutnya " laporan dari masyarakat sekitar pukul 19.00 wib Selasa kemarin, bahwa air terus naik diKampung Sukajadi dan Kampung Menanggini bahkan sudah merendam beberapa rumah warga. 

Sementara itu kawasan bagian hulu Tamiang masih terus diguyur hujan sedangkan bagian hilir, air laut  sedang pasang.
Kepala Pelaksana BPBD langsung meninjau lokasi didampingi Kabid Kesiapsiagaan Pencegahan dan Pemadam Kebakaran M. Husni SP, Kasi Kedaruratan Hamdani SE, Pj Kasi Pemadam Kebakaran Doni Indrawan dan Pj Kasi Kesiapsiagaan Andy Fadullah."

"Setelah meninjau 2 lokasi tersebut kepala pelaksana langsung meminta kepada kasi Kedaruratan untuk segera kembali ke gudang logistik dan segera melakukan persiapan untuk pendirian tenda dan melakukan proses evakuasi" jelasnya.

Derri juga mengatakan "Dalam proses evakuasi ini kami juga dibantu oleh satuan petugas dari SAR Aceh Tamiang. Warga yang dievakuasi didominasi anak-anak, wanita dan lansia bahkan sebagian juga dari pengungsi ada yg sedang sakit."

Masih terkait banjir, Derri juga mengatakan "Ada beberapa desa yang air terus bergerak naik seperti Kota Lintang Bawah dan Desa Landuh Kecamatan Kota Kuala Simpang serta Desa Bukit Rata Kecamatan Kejuruan Muda, sudah ada yang mengungsi dengan jumlah pengungsi yang diterima dari laporan Radio Frekuensi lokal BPBD sekitar 15 kepala keluarga, jumlah ini diprediksi akan terus bertambah kalau kita melihat dari situasi dan kondisi cuaca saat ini meskipun ini hanya sekedar prediksi saja. Mudah-mudahan ini tidak terjadi."

"Saat informasi ini disampaikan, petugas BPBD ,TRC SAR dan Petugas Damkar terus memantau debit air sungai. Begitu juga tim pusat pengendalian dan operasional ( PUSDALOPS) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Tamiang juga terus berkordinasi dan siap menerima laporan dari pihak masyarakat yang daerahnya terdampak naiknya air sungai ke pemukiman warga untuk segera dilakukan langkah-langkah penanggulangan Bencana guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan" tutupnya.[]TN-W014

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.