TamiangNews.com | KARANG BARU -- Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Tamiang tahun 2020 kembali terancam defisit, pasalnya, Rancangan Qanun APBK yang di ajukan Pemerintah Aceh Tamiang Anggaran belanja daerahnya lebih besar dari Pendapatan daerah sehingga berpotensi Defisit, Jum'at (8/11).
Informasi defisit ini diketahui pada saat penyampaian Rancangan Qanun APBK Anggaran Tahun 2020 pada Rapat Paripurna ke 1 (Pembukaan Penyampaian) RAPBK Aceh Tamiang Tahun Anggaran 2020 yang dilaksanakan di Ruang Sidang Utama DPRK Aceh Tamiang.

Adapun Rancangan Qanun Anggaran dan Belanja Kabupaten Aceh Tamiang Tahun Anggaran 2020 yang diajukan untuk, Pendapatan daerah sebesar Rp 1.352. 714 .372.020. (Satu Triliun tiga ratus lima puluh dua milyar tiga ratus tujuh puluh dua juta dua puluh) sedangkan, Belanja daerah sebesar Rp. 1.362.914.372.020, atau (Satu triliun tiga ratus enam puluh dua milyar tiga ratus tujuh puluh dua juta dua puluh) alhasil Pembiayaan yang tak tertanggung sebesar Rp 10. 200.000. 000, (Sepuluh milyar dua ratus juta rupiah).

Rancangan APBK Aceh Tamiang Tahun Anggaran 2020 mempedomani rencana kerja pemerintah daerah tahun 2020 yang merupakan tahun ketiga RPJMD Kabupaten Aceh Tamiang periode 2018-2022 dimana periode ini merupakan fase ketiga dari RPJMD kabupaten Aceh Tamiang tahun 2005-2025 dimana Fase ini dititik beratkan kepada peningkatan pertumbuhan ekonomi kerakyatan.[]TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.