TamiangNews.com, JAKARTA -- Asma pada anak-anak bukan penyakit yang berbeda dari asma pada orang dewasa, tetapi anak-anak menghadapi tantangan yang unik. Kondisi ini merupakan penyebab utama kunjungan gawat darurat, rawat inap dan hari sekolah yang terlewatkan.

Foto : Sindonews
Anak-anak yang menderita asma, paru-paru dan saluran udara menjadi mudah meradang ketika terkena pemicu tertentu, seperti menghirup serbuk sari atau terkena flu atau infeksi pernapasan lainnya.

Asma pada anak dapat menyebabkan gejala sehari-hari yang mengganggu bermain, olahraga, sekolah dan tidur.

Pada beberapa anak, asma yang tidak terkelola dapat menyebabkan serangan asma yang berbahaya. Sayangnya, asma masa kecil tidak dapat disembuhkan, dan gejalanya dapat berlanjut hingga dewasa. Tetapi dengan perawatan yang tepat, si kecil dapat mengendalikan gejala dan mencegah kerusakan pada paru-paru yang tumbuh.

Tanda dan gejala asma bervariasi dari setiap anak, dan mungkin memburuk atau membaik seiring waktu. Bisa saja anak Anda hanya memiliki satu indikasi, seperti batuk yang menetap atau sesak dada.

"Tanda asma yang sering terlihat pada anak, adalah batuk dan pilek secara terus-menerus. Tapi, ada juga yang mengalami mengi atau mengeluarkan suara ngik," kata Kepala Subdirektorat Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi Kementerian Kesehatan RI, dr Theresia Sandra Diah Ratih.

Bawa anak ke dokter jika Anda curiga ia menderita asma. Perawatan dini akan membantu mengendalikan gejala dan mencegah serangan asma. [] SINDONEWS

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.